OMK Wasior ke Raja Ampat

Sebuah Catatan Perjalanan Wisata Rohani

11717318_10203535387944060_7887213709507482336_o

Banyak cara orang mengisi liburan. Ada yang mudik ke kampung halaman, ada yang pergi ke luar negeri, ada yang ber-week end ke tempat-tempat eksotik, atau hanya di rumah saja. Kebanyakan orang mengisi liburan dengan jalan-jalan ke daerah-daerah menarik, seperti ke tempat wisata dengan sejumlah panomara indah alamnya (spot esthetic-nya).

Mengisi liburan sekolah –yang bersaatan dengan perayaan Lebaran– di tahun 2015 ini, Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Sto. Laurentius dari Wasior di Kabupaten Teluk Wondama – Propinsi Papua Barat punya acara dan/atau cara tersendiri. Selama seminggu mereka mengadakan jalan-jalan dengan istilah ¬keren-beken (ala mereka) wisata rohani ke Raja Ampat. Wisata rohani ini diadakan dari tanggal 10 hingga 20 Juli 2015.

10537107_10203389545778097_6322266714638384390_n

Dari Wasior –menggunakan Kapal PELNI ‘Ngapulu’– menuju Raja Ampat dengan transit di Kota Manokwari dan tiba di Kota Sorong. Perjalanan dari Wasior kurang lebih 18 jam. Di kota Sorong –sebelum lanjut ke Raja Ampat–, mereka menginap selama 2 hari (11 & 12 Juli) di pulau Doom (pastoran Paroki Sta. Maria Bintang Laut – MBL). Sebanyak 27 orang OMK (19 cowok & 8 cewek) dijamu oleh OMK Paroki MBL Doom: bakar-bakar ikan dan futsal bersama.

Sukacita OMK dari Teluk Cendrawasih di Propinsi Papua Barat ini semakin bertambah, manakala mereka boleh merayakan Ekaristi Kudus bersama umat di hari Minggu (12 Juli). Mereka pun didaulat untuk memeriahkan Ekaristi dengan menjadi koor sponsor pada perayaan tersebut. Usai makan siang, mereka diajak Bapak Uskup Datus (uskup Manokwari-Sorong) untuk mengunjungi Seminari Petrus van Diepen (SPvD) di daerah Aimas – Kabupaten Sorong. Seminari ini merupakan seminari milik Keuskupan Manokwari – Sorong, yang berdiri sejak tahun 2005. Malam hari bersama OMK MBL Doom, mereka dijamu makan malam bersama di rumahnya Bapak Uskup Datus. Sebanyak 50-an OMK mengambil bagian dalam jamuan malam bersama. Ada pisang, kasbi (singkong), petatas, jagung dan tentunya ikan bakar jadi menu santap malam bersama.

Pada hari Senin (13 Juli) bersama Bapak Uskup Datus, OMK dari Kabupaten Teluk Wondama ini menuju tempat utama wisata rohani mereka. Dengan menggunakan kapal cepat (Marina Express) ke-27 orang muda ini menuju Raja Ampat. Perjalanan ke Waisai – Raja Ampat ditempuh dalam waktu 1 jam 40 menit. Di Raja Ampat, mereka menginap di pastoran Stasi Sta. Maria Mater Dei di Waisai. Stasi ini merupakan salah satu wilayah pelayanan dari Paroki MBL di pulau Doom (Kota Sorong). Umat, OMK dan para suster DSY (Dina Santo Yosef) di Waisai menjamu mereka dengan penuh sukacita, baik untuk keperluan transportasi, penginapan dan tentunya makan-minum. Selain acara jalan-jalan, ada juga kegiatan kerja bakti dan sharing bersama Bapak Uskup Datus dan para Suster DSY. Selama 3 (tiga) hari mereka berada di Raja Ampat (13-15 Juli).

11666223_10203494680526400_6399454421767902780_n

Kamis (16 Juli), OMK yang berpelindungkan Sto. Laurentius ini, balik lagi ke kota Sorong sebelum kembali ke Wasior (20 Juli). Kali ini mereka menginap di sebuah rumah milik Keuskupan Manokwari-Sorong, di samping rumah kediaman Bapak Uskup Datus.

Di hari Jumat (17 Juli), mereka adakan kegiatan bina iman & temu akrab. Pastor Josep Lambertus Sena, Pr (Pastor Paroki Sta. Maria Bintang Laut – Doom & Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Manokwari-Sorong) berkenan menghantar orang muda ini dalam acara tersebut. Acara utama kegiatan “rekoleksi semalam” itu dikemas dalam rupa api unggun bersaudara dan berkomitmen. Pastor Josep juga mengundang OMK dari Paroki Emaus – Kota Sorong untuk ikut dalam kegiatan malam keakraban tersebut. OMK Emaus merupakan salah satu OMK yang berada di Tim Pastoral Wilayah di Kota Sorong (TPW, atau di beberapa Keuskupan disebut Dekenat) yang sangat aktif dan banyak kegiatan OMK-nya. Sekitar 20-an OMK hadir dan ambil bagian di dalam acara tersebut.

Dua hari sisanya, para OMK dari Wasior ini boleh menikmati ramainya Kota Sorong yang dikenal dengan sebutan “Pintu masuknya Papua”. Di hari Sabtu (18 Juli), mereka diperkenankan untuk mengunjungi sanak-keluarga, sahabat-kenalan dan handai-taulan. Sedangkan, di hari Minggu pagi (19 Juli), mereka merayakan Ekaristi Kudus di salah satu paroki di Kota Sorong. Senin, 20 Juli –pada sore/malam harinya– mereka kembali ke Wasior via Kota Manokwari menggunakan kapal PELNI yang sama, “Ngapulu”.

“OMK giat, Gereja kuat dalam spirit Yubileum 50 tahun Gereja KMS yang maju, mandiri dan bermartabat”. Inilah spirit utama yang perlu dan kiranya dimiliki dan dihidupi setiap anak muda yang berkegiatan di seputar Gereja. Gereja Keuskupan Manokwari-Sorong selalu berpengharapan akan peran aktif orang-orang muda di masing-masing wilayah Gerejaninya. Karya dan kehadiran mereka selalu mendatangkan sukacita bersama. Di mana-mana banyak orang muda sungguh hadir dan memberi sumbangan positif bagi kehidupan menggereja. Begitulah yang terjadi, Sahbat muda, Gereja membutuhkan Anda sekalian.

(jls, pr)

Post Author: admin

1 thought on “OMK Wasior ke Raja Ampat

    Amastacia

    (Oktober 4, 2019 - 05:10)

    Selamat Hari Jumat Pertama ..
    Bulan Oktober Bulan Rosario th. 2019.

    Salam Kenal ..
    Saya baru saja membaca Ulasan Perjalanan Wisata Rohani ke Raja Ampat.
    Seru sekali yaa ..

    Terimakasih

Tinggalkan Balasan ke Amastacia Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *