Gulirkan Bola Salju – Refleksi atas Indonesian Youth Day

DSC_3358

Menarik, menjadi bagian dari perjalanan Indonesian Youth Day (IYD). Masih teringat di benak, bagaimana perjumpaan OMK di tingkat nasional menjadi ungkapan kerinduan para pendamping OMK di Indonesia. Kala itu ada pertanyaan besar: ada negitu banyak pertemuan di tingkat keuskupan, regional dan internasional… mengapa tidak ada pertemuan OMK di tingkat nasional? Pertanyaan dan kerinduan itu disampaikan kepada Presidium KWI, mengundang berbagai respon dan tanggapan, hingga akhirnya keputusan akan adanya perjumpaan OMK Indonesia itu dicetuskan pada November 2010 saat sidang pleno para uskup.

Setelah itu, betapa liat-nya perjuangan kita untuk mewujudkan bentuk perjumpaan itu, yang kemudian disebut dengan IYD. Rembug IYD pun berlangsung pada Maret 2011 dengan mengundang banyak ‘stakeholder’ KWI, yang hasilnya terus diolah dan dibicarakan dengan intens bersama para Ketua Komkep Keuskupan di Indonesia, koordinator Regio, tiga keuskupan di Kalimantan Barat (Pontianak, Sanggau dan Sintang) serta berbagai pihak lainnya. Bahkan sampai tiba di Sanggau pun, pada Oktober 2012, masih ada keraguan: apakah semua akan berjalan dengan baik?

Tapi bola telah digelindingkan, dan terus bergulir… hingga acara selesai. Ada sukacita yang besar, ada banyak inspirasi didapat, ada banyak kisah diwartakan.

Peserta-IYD-2012

Kita mengalami bagaimana bola yang menggelinding itu sesekali serupa bola karet, yang punya daya lenting sehingga bisa membal ke manapun dilontarkan. Bola itu sesekali serupa bola kaca, yang dapat terantuk lalu pecah. Apapun yang dialami, kita teringat bagaimana St. Teresia Lisieux berkata kepada Yesus: jadikan aku bola di tangan-Mu, yang akan Kau mainkan sedemikian rupa, atau malah Kau tinggalkan begitu saja. Dan bola terus bergulir. Rm. Budi Pr, Ketua Komkep KAS, saat rapat pleno Komkep KWI 2016 mengatakan, “Mari kita jadikan bola ini bola salju, yang menggelinding terus dan membesar.” Rm. Teddy Aer MSF, Ketua Komkep Banjarmasin pun menegaskan, “Kita dapat menempatkan IYD sebagai bagian dari formatio OMK.”

Kerinduan para pendamping OMK Indonesia pada awal perjalanan, tampaknya telah semakin dekat dengan yang dirindukannya. IYD adalah bagian integral dari pastoral OMK. Proses IYD adalah materi dasar program pastoral OMK dalam alur spiral pastoral. IYD, lebih dari sekadar event, adalah sebuah gerakan.

index

Benih kecil yang ditanam sejak proses IYD I itu mulai berakar dalam iman, bertumbuh dalam Kristus Tuhan (catatan: tema IYD I 2012 adalah Berakar dan Dibangun dalam Yesus Kristus, Berteguh dalam Iman). Benih itu menggeliat keluar dari tanah untuk menjumpai matahari, angin dan hujan (catatan: tema IYD II adalah OMK, Sukacita Injil di Tengah Masyarakat Indonesia yang Majemuk). Ia menyenandungkan Magnificat-nya sendiri, menjadi sukacita besar dalam kerendahan hati sebagaimana Zakharia mengucapkannya dari hati yang terbuka kepada Allah. Dan kita, para penjaga proses ini, pada akhirnya akan berganti seraya berkata: perkenankanlah aku berpulang dalam damai sejahtera, sebab aku telah melihat keselamatan yang datang dari Allah. (Helena D. Justicia)

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *