Perbedaan Untuk Saling Melengkapi – AYD 7

foto konpres

“Perbedaan itu adalah untuk saling melengkapi,”kata Mgr. Ignatius Suharyo dalam konferensi pers penyelenggaraan Asian Youth Day (AYD) ke-7 di  Gedung KWI, Jakarta (8 Maret 2017). AYD ke 7 akan diselenggarakan di Indonesia pada 30 Juli – 9 Agustus 2017 mendatang. Tema AYD ke-7 adalah “Joyful Asian Youth: Living the Gospel in Multicultural Asia”.

Mgr. Pius Riana Prapdi – Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia mengatakan, “ Tema AYD 2017 ini apabila diterjemahkan dapat berarti ‘Suka Cita Injil di Tengah Masyarakat Asia Yang Majemuk’, kali ini AYD menekankan pentingnya merayakan perbedaan dalam masyaraka multikultural. Sesuai dengan visi dan misi Komisi Kepemudaan KWI, kami ingin mengajak Orang Muda Katolik di Asia untuk mengembangkan diri, menumbuhkan solidaritas, kepekaan sosial terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa di Asia, seperti kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup, pelanggaran HAM, narkoba, intoleransi, ketidakadilan. ”

Mgr. Ignatius Suharyo sebagai Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), mengatakan “Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia yang telah diberi kepercayaan menjadi tuan rumah AYD 2017. Kami berharap, seluruh Orang Muda Katolik di Indonesia dan Asia dapat turut serta dalam semangat tema AYD. Orang muda diharapkan membawa kegembiraan, sukacita. Kegembiraan itu berbeda dengan senang. Kesenangan itu disebabkan oleh faktor eksternal. Sedangkan kegembiraan timbul karena dorongan internal. Pengalaman iman bertemu dengan Allah, yang mendorong munculnya kegembiraan. Kegembiraan dapat mewujud pada ketangguhan, ketekunan, berjuang pada hal-hal yang benar”.

Kegiatan AYD 2017 di Indonesia sendiri dibagi menjadi 3 tahap yakni:

Days in the Diocese (30 Juli – 2 Agustus)
Peserta melakukan live in di keuskupan – keuskupan Negara tuan rumah. Di sini peserta belajar dengan saling memberikan pengalaman dan membangun kedekatan antara peserta.
Days in AYD’s Venue (2 – 6  Agustus )
Pada acara ini peserta berkumpul di satu lokasi untuk berbagi mengenai kisah mereka masing-masing dari latar belakang yang begitu berbeda dan mengambil garis lurus yakni kekuatan iman mereka. Para peserta juga akan mengikuti berbagai kegiatan sharing, refleksi, doa bersama dan perayaan misa dengan beberapa tema yang akan disajikan.

Asian Youth Ministers’ Meeting (AYMM) ( 6 – 9 Agustus )‎
Acara ini merupakan acara khusus bagi para pembina Orang Muda Katolik dari negara-negara Asia. Para Pembina akan dibekali untuk bisa membina dan mendorong Orang Muda Katolik untuk bisa menjadi semakin berkembang dan berkontribusi baik di gereja maupun masyarakat.

RD. Antonius Haryanto – Ketua Umum AYD 2017 menjelaskan, “Kegiatan AYD 2017 ini diharapkan dapat menumbuhkan tingkat toleransi Orang Muda Katolik. Dengan melihat dan merasakan langsung budaya, bahasa dan karakter yang begitu berbeda, para peserta dapat merasakan kompleksitas dalam hidup di tengah masyarakat majemuk. Nuansa persaudaraan dan kekeluargaan selama AYD diharapkan membantu Orang Muda Katolik mengembangkan diri, menumbuhkan solidaritas, dan komitmen untuk mewujudkan masa depan global yang lebih baik. Kami menyambut baik semua peserta AYD dari seluruh Negara Asia dan kami harap kami dapat memberi sedikit gambaran tentang kehidupan majemuk di Indonesia yang tentunya juga penuh warna dan berbeda.”

Sebagai bagian dari rangkaian acara AYD 2017, KWI juga mengadakan acara pra-event yakni Joyful Run&Walk di Jakarta pada tanggal 7 Mei 2017 dengan target 5.000 peserta. Acara ini mengajak masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk membangun kesatuan dan persaudaraan lewat olahraga lari bersama. Di sini orang muda seluruh Jakarta dan sekitarnya dapat mulai merasakan spirit dari AYD 2017.

Platform online berkaitan dengan Asian Youth Day dapat diakses melalui:

Facebook: asianyouthday
Twitter: AYD2017
Instagram: asianyouthday2017
Website: asianyouthday2017.org

Joyfulrun: joyfulrunregristration.com

Post Author: admin2

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *