“Pergilah, Jangan Takut, Layanilah”

Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting mengadakan kegiatan “Temu Sahabat” dengan Orang Muda Katolik St. Gregorius Agung Paroki Sta Maria Pengantara Dumoga yang berlangsung dari tanggal 24 sampai 26 Juni 2017 dengan Tema “Pergilah, Jangan Takut, Layanilah”. OMK Tuminting mengawali kegiatan ini dengan melakukan perjalanan selama kurang lebih 6 jam dari Kota Manado menuju ke daerah Bolaang Mongondow.

IMG-20170706-WA0004Pada hari Minggu, 25 Juni 2017, Pukul 09.00 WITA dilaksanakan Perayaan Ekaristi bersama seluruh umat paroki. Bertindak sebagai selebran utama dalam misa ini adalah pastor paroki Dumoga, Pst. Novri Korompis, Pr dan konselebran Pst. Andreas Rumayar, Pr dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Manado. Dalam homilinya Pst. Novri mengtakan “pembinaan untuk orang muda di paroki-paroki menjadi tanggung jawab semua umat paroki, bahkan orang muda harus dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di paroki sendiri jangan hanya dilibatkan dalam kegiatan seperti jaga parker, kerja bakti, angkat kursi, buang sampah, bersihkan aula dan lain sebagainya” ujarnya.

Selaku Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Manado, Pst. Andreas Rumayar, Pr didaulat untuk menyampaikan materi yang olehnya diberi judul: “We are young, we are Catholic”. Dalam materinya P. Andre menegaskan tentang spiritualitas dan nilai-nilai yang perlu diketahui, dihidupi dan dikembangkan oleh seorang muda Katolik. Beliau menekankan bahwa spiritualitas OMK adalah spiritualitas keterlibatan/ partisipatoris. Spiritualitas ini lahir dari Kitab Suci dan tradisi gereja. Dalam refleksi konsili Vatikan II, juga diterangkan tentang gagasan ini, sebagaimana yang tertuang dalam beberapa dokumen seperti: Apostolicam Actuositatem, Gaudium Et Spes, Gravissimum Educationis dan Inter Mirifica.
“Bagi kita di Keuskupan Manado, setelah mempelajari sumber nilai dan spiritualitas ini, maka ditemukan 4 nilai utama yang menjadi orientasi persekutuan kita, yakni, OMK KUSUMA adalah OMK yang Cerdas, Tangguh, Militan dan Misioner. Keempat nilai ini adalah rangkuman nilai dasar OMK yang digerakkan dengan spiritualitas keterlibatan” tegasnya.

Dalam seminar ini P. Andre pun menggarisbawahi tentang urgensi pemahaman nilai ini bahwa dengan memahami spiritualitas dan nilai akan memungkinkan OMK untuk berkembang secara tepat baik sebagai pribadi maupun komunitas. Perkembangan yang dimaksud adalah: perkembangan Intelektual, Spiritual, fisik, emosional dan bahkan sosial-kultural. Demikianlah diharapkan agar perkembangan ini maksimal, maka di setiap paroki, kelompok OMK perlu memperhatikan dengan rinci 3 bidang ini: bidang liturgi/sakramental, bidang perkembangan bakat dan kepribadian, dan bidang sosial kemasyarakatan. “Inilah yang sekarang ditekankan oleh komkep KUSUMA, tapi lebih luas lagi inilah yang menjadi concern Gereja universal bagi perkembangan OMK. Harapan saya, untuk OMK tuminting dan dumoga telah memulai suatu ajang formasi yang baik ini, semoga kegiatan pertemuan ini tidak hanya menekankan selebrasi saja tapi juga formasi. Oleh Gereja, orang muda diharapkan menjadi agen kabar baik, pembagi sukacita injil, pemberi harapan, dan pioner dalam karya kerasulan. Semoga dengan mendalami nilai-nilai dan spiritualitas OMK, semakin banyak orang muda kita yang membawa pengaruh sukacita Injil bagi dunia, become an agen of change.” pungkasnya.

Tidak hanya seminar dari Komisi Kepemudaan, kegiatan Temu Sahabat ini pun turut menggandengan Komisi Kateketik Keuskupan Manado untuk turut membekali orang muda kedua paroki. Staf Komkat KUSUMA, Bpk. Devi Rasu dalam materinya menyampaikan bahwa OMK adalah masa depan gereja, untuk itu OMK yang menjadi generasi muda haaruslah menjadi kuat, tangguh, dan militan. Untuk menciptakan OMK yang militan harus punya modal awal yaitu tentang pengetahuan dan modal tentang iman katolik. “Suatu pelajaran yang bagus, sebagai orang muda juga harus mempunyai keprihatinan terhadap sesama OMK “yang ada di pelosok” dan dengan adanya kegiatan ini OMK bisa belajar tentang solidaritas, sambil menambah pengetahuan tentang iman katolik, memupuk rasa persaudaraan, kebersamaan antar sesama OMK.

Kegiatan Temu Sahabat ini sungguh sangat berkesan bagi para peserta. Peserta kedua paroki diarahkan untuk membaur bersama dalam kegiatan outbound, ber-live in di rumah-rumah umat paroki, serta saling mengapresiasi penampilan-penampilan kesenian yang dipersiapkan dan ditampilkan oleh masing-masing.

Ketua OMK paroki Dumoga, Brigita Sembel, mengatakan dalam sharing-nya bahwa dia secara pribadi memiliki banyak cerita selama 3 hari kegiatan . Satu kesempatan yang indah bisa disatukan bersama-sama dengan OMK Tuminting yang begitu luar biasa hebat . Terlalu banyak cerita di balik kegiatan temu sahabat ini. Dan hal yang paling membuat dia terkesan yaitu semangat dan kerjasama yang baik dari teman2 OMK Tuminting yang walaupun sudah sangat lelah masih mau membantu kami OMK Dumoga dalam menyukseskan kegiatan temu sahabat ini. “Kalo ngoni kerja torang kerja, kalo ngoni makang torang makang” ujarnya dalam bahasa Manado yang artinya: “kalau kalian kerja, kami pun harus bekerja, kalau kalian makan, barulah kami makan”.

Semoga kebersamaan ini, tali persaudaraan diantara OMK Tuminting dan Dumoga akan tetap terjalin sampai kapanpun dan semoga OMK Dumoga dan Tuminting sebagai jiwa-jiwa muda, harapan Gereja boleh menjadi lebih baik lebih bersatu lagi kedepanya.
Selamat dan sukses untuk kegiatan bersama yang penuh dengan pengalaman iman bersama ini.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *