7th ASIAN YOUTH MINISTERS’ MEETING STATEMENT

 

foto aymmINTRODUCTION

Inspired by the Holy Spirit who expresses Himself in the collective groans and aspirations of the participants of the just concluded 7th Asian Youth Day in Jogjakarta, Indonesia, we are the youth ministers in Asia gathered in Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan, Jawa Tengah, Indonesia from August 6-9, 2017. We discern the call of God for us to be Joyful Missionary Disciples living the Gospel amidst the challenges presented to us by the multi-cultural, multi-religious, and familial contexts of the Asian youth and the present socio-economic, technological especially social media, and ecological problems that beset them.

We commit ourselves to respond to the needs of the youth to be their companions as they navigate through the twists and turns of the globalized world equipped with their faith in Jesus Christ, the Compassionate and Merciful God.

Recognizing that our ongoing discernment and conviction form part of the reservoir of resources for doing youth ministry in Asia, we therefore state:

 

IMG-20170912-WA0052CONVICTIONS

As youth ministers accompanying the young to be missionaries of joy we are committed to:

  1. Have a daily authentic personal encounter with Jesus Christ.
  2. Create “change and space” for young “to be heard and noticed” in order to understand their needs and to accompany them in their holistic growth. (cf. AYD 7 Final Statement)
  3. Foster fellowship that inspires young people to reach out to other young people of different cultures by various means of social communications.

 

PASTORAL RECOMMENDATIONS

For Youth Ministers

  1. Respect multi-culturalism in youth pastoral ministry.
  2. Utilize social media to empower youth to become “Online Missionaries of God (OMG)” in order to reach out to the youth in need.
  3. Discern and develop our potentials as youth ministers for the integral development of the youth as we involve them and make them a vital part of the Church.
  4. Inspire each other and youth through the sacraments and daily reading of the bible by living out our faith, and sharing the Joy of the Gospel.

For the Youth Commissions

  1. Review and ensure that programs and strategies facilitate authentic personal encounter with Jesus Christ in multicultural Asia.
  2. Provide pastoral care by (1) creating space and opportunities for youth ministers to grow holistically; (2) acting as facilitators and animators of unity by building bridges of communication and respect for those of different cultures and religions; and (3) providing Catholic parent’s formations for future shepherds of the domestic churches.
  3. Review, if necessary redefine, and strengthen the structures of youth ministry to respond more effectively in our ever-changing societies and “create a world of love, harmony, and unity as missionaries of joy.”
  4. Create synergy to work with the other Episcopal Commissions in their own Bishops’ Conferences.

For the Regions and the FABC-OLF-Youth Desk

  1. Foster greater networking and collaboration using new and varied means of communication.
  2. Share programs and resources that can inspire families to experience the Gospel (ex. FABC Document on Family).
  3. Promote mutual shepherding within each region.

 

August 9, 2017, Jawa Tengah, Indonesia.

PERNYATAAN

PERTEMUAN PENDAMPING ORANG MUDA ASIA KE-7

 

Pendahuluan

Terinspirasi oleh Roh Kudus yang terungkap dalam seruan dan aspirasi bersama dari peserta Asian Youth Day Ke-7 yang telah dilaksanakan di Yogyakarta, Indonesia, kami adalah para pendamping orang muda di Asia yang berkumpul di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan, Jawa Tengah, Indonesia pada tanggal 6-9 Agustus 2017. Kami menelaah panggilan Tuhan untuk menjadi Murid Misionaris yang Bersukacita menghidupi Injil di tengah tantangan yang dihadapkan kepada kami melalui keberagaman budaya, keberagaman agama, dan konteks keluarga dari orang muda Asia dan keadaan sosio-ekonomi yang ada, teknologi khususnya media sosial dan masalah ekologis yang menimpa mereka.

Kami berkomitmen untuk menanggapi kebutuhan dari orang muda untuk menjadi pendamping mereka seiring mereka berjalan melalui lika-liku dari globalisasi dunia, dilengkapi dengan iman mereka kepada Yesus Kristus, Tuhan yang penuh belas kasih dan pengampunan.

 

Menyadari bahwa pemahaman dan keyakinan kami yang terus – menerus membentuk suatu bagian dari wadah sumber daya untuk menjalankan pelayanan kepada orang muda di Asia, maka dengan ini kami menyatakan:

 

KEYAKINAN

Sebagai pendamping orang muda yang menemani mereka untuk menjadi misionaris sukacita, kami berkomitmen untuk:

  1. Setiap hari mengadakan pertemuan pribadi yang otentik dengan Yesus Kristus.
  2. Menyediakan “perubahan dan ruang” bagi orang muda “untuk didengar dan diperhatikan” dalam rangka mengerti kebutuhan mereka dan mendampingi mereka dalam pertumbuhan yang menyeluruh. (ref. Pernyataan Akhir AYD 7)
  3. Memelihara persaudaraan yang menginspirasikan orang muda untuk menjangkau orang muda lainnya dari kebudayaan yang berbeda melalui berbagai sarana komunikasi sosial.

 

REKOMENDASI PASTORAL

Bagi Pendamping Orang muda

  1. Menghormati multikulturalisme di dalam pelayanan pastoral bagi orang muda.
  2. Memanfaatkan media sosial untuk memberdayakan orang muda menjadi “Online Missionaries of God (OMG)” agar dapat menjangkau orang muda yang membutuhkan.
  3. Menelaah dan mengembangkan potensi kami sebagai pendamping orang muda dalam hal pengembangan utuh dari orang muda sambil melibatkan mereka dan menjadikan mereka sebuah bagian vital dari Gereja.
  4. Menginspirasikan satu sama lain dan juga orang muda melalui sakramen – sakramen dan membaca kita suci setiap hari, dengan menghidupi iman kita dan membagikan sukacita Injil.

 

Bagi Komisi Kepemudaan

  1. Meninjau kembali dan memastikan bahwa program dan strategi yang ada memfasilitasi pertemuan pribadi yang otentik dengan Yesus Kristus di Asia yang multikultural.
  2. Menyediakan pelayanan pastoral dengan (1) menciptakan ruang dan kesempatan bagi pendamping orang muda untuk bertumbuh secara menyeluruh; (2) bertindak sebagai fasilitator dan animator untuk persatuan dengan membangun jembatan komunikasi dan menghormati mereka dengan kebudayaan dan agama yang berbeda; dan (3) menyediakan formasi orang tua Katolik untuk penggembala – penggembala gereja domestik di masa depan.
  3. Meninjau kembali, dan jika perlu mendefinisikan ulang, dan menguatkan struktur dari pendampingan orang muda agar dapat menghadapi masyarakat yang selalu berubah dengan lebih efektif dan “menciptakan dunia yang penuh cinta, harmoni, dan persatuan sebagai misionaris sukacita.”
  4. Menciptakan sinergi untuk berkerja dengan Komisi Episkopal lainnya dalam Komisi Waligereja masing – masing.

 

Bagi Regional dan FABC-OLF-Youth Desk

  1. Memelihara jaringan dan kolaborasi yang lebih besar dengan menggunakan sarana komunikasi yang baru dan beragam.
  2. Membagikan program dan sumber daya yang bisa menginspirasikan keluarga untuk mengalami Injil (contoh: FABC Document on Family).
  3. Menggalakkan penggembalaan bersama di setiap wilayah.

 

9 Agustus 2017, Jawa Tengah, Indonesia.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *