CELEBRATING ALL SAINT’S DAY IN ITALY

Halo! Saya Tita, siswi pertukaran budaya dari Jakarta yang sekarang sedang tinggal di Italia. Hari Rabu yang lalu, seluruh umat Katolik merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Di Italia, hari itu adalah hari libur nasional. Jadi… ga sekolah yeaay! Hahaha. Katanya, dulu di Italia tanggal 2 November (Hari Peringatan Arwah) juga libur, tapi sekarang tidak lagi. Tanggal 1 November ini rupanya telah menjadi tradisi keluarga-keluarga di Italia untuk pergi ke makam leluhur dan mendoakan mereka. Kalau di kalangan Tionghoa seperti ceng beng, hanya saja ini versi Italia. Saya ikut pergi ke makam bersama keluarga angkat saya. Makamnya merupakan pemakaman umum, berada di kota Salò, Brescia, Italia Utara.

all-souls-dayAwalnya saya penasaran seperti apa makam di sini, rupanya sangat asri, dan apik karena langsung menghadap ke danau. Saya pikir pemakaman itu menyeramkan, tapi ternyata tidak samasekali. Malah sangat bagus, seperti yang ada di film-film Eropa hehehe. Pemakaman ini berada di tepi danau, sangat luas, dan merupakan bangunan tinggi. Jadi, makamnya dibuat menyusun seperti yang ada di columbarium Pohsarang, Kediri, Jawa Timur. Di bagian paling atas bangunan terdapat tulisan “IESU CHRISTO REDEMPTORI”. Di sana kami datang membawa lilin dan bunga, lalu berdoa. Banyak sekali orang yang juga datang membawa lilin dan bunga. Jadi hari itu pemakaman bagus sekali, penuh bunga dan lilin yang menyala.

Setelah dari makam, kami makan siang bersama keluarga dan kerabat. Bagi orang Italia, makan bersama adalah suatu kegiatan yang sangat penting, apalagi dengan keluarga. Kami makan di rumah salah satu kakak dari orang tua angkat saya. Karena merupakan pesta (hari raya), we had a big meal. Didahului dengan appetizers, first plate, second plate, dan dessert. Walaupun saya sudah mulai terbiasa dengan porsi makan orang Italia, tapi tetap saja super kenyang! Setelah makan, kami masih ngobrol, bermain musik, juga bermain bersama para sepupu yang masih kecil-kecil. Makan siang seperti ini berlangsung selama 2-3 jam. Bagi orang Italia sangat penting menghabiskan waktu bersama keluarga seperti ini.

makan italySetelah itu, giliran kami yang menjadi tuan rumah. Jadi, mereka semua datang ke rumah kami untuk minum kopi dan ya, lagi-lagi, ngobrol. Saya bercerita tentang Indonesia (dan saya juga membawa kopi Indonesia, jadi sore ini kami minum Indonesian coffee hehe). Begitulah hari kami berlangsung bersama keluarga dan kerabat. Bagi saya ini menyenangkan. Awalnya memang agak sulit karena saya terbiasa dengan kehidupan kota yang serba sibuk, kegiatan saya pun penuh dengan sekolah , les, kegiatan dari pagi hingga malam. Namun akhirnya saya merasakan menarik dan indahnya kehidupan seperti mereka ini di Italia, karena mereka sangat menghargai keluarga, kebersamaan, dan keterbukaan, juga budaya mereka yang sampai saat ini terus mereka jaga.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *