Taat Agama, Bergaul Harmonis dan Sopan Berkomunikasi

Forum Dialog dan Literasi Semarang:

Taat Agama, Bergaul Harmonis dan Sopan Berkomunikasi

Tanggal 25-26 November, kemarin KWI (Komsos dan Komkep) berkerjasama dengan KOMINFO mengadakan Dialog Literasi. Pada kesempatan kali ini acara berlangsung di Semarang bertempat di Rumah Retret Gedanganak Ungaran. Acara ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari OMK berbagai paroki, PMKRI dan organisasi mahasiswa dari berbagai kampus lainnya. Mereka tak hanya datang dari Semarang saja, tapi juga yang datang dari Solo. Pada acara ini diisi oleh beberapa sessi yang membahas topik pembicaraan yang berbeda-beda.

dialog literasi mediaSessi pertama diisi oleh Rm Kamilus. Beliau berasal dari Weetebula dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif KOMSOS KWI. Pada kesempatan ini beliau  menyampaikan beberapa materi diantaranya bagaimana langkah gereja dalam meminimalisir efek negatif social media.  Di sini beliau menyampaikan kalau gereja sudah berusaha untuk ikut memblokir konten-konten yang berbau pornografi dan lain-lain. Hal itu dipengaruhi oleh kurangnya minat baca masyarakat Indonesia, sehingga mereka tidak menyaring informasi dengan benar dan banyak dipengaruhi oleh hal-hal tersebut. Maka Rm. Kamilus mengajak para peserta yang hadir agar kritis dan bijak dalam menggunakan dan memanfaatkan social media. Dan diakhir materinya, Rm Kamilus memberikan contoh bahwa Tuhan Yesus adalah sosok  Sang Komunikator sejati. Karena dalam pewartaanNya, Tuhan Yesus merangkul semua orang tanpa terkecuali.

Acara pun berlanjut pada sessi kedua yang diisi oleh Bapak Hendrasmo, beliau saat ini bekerja sebagai staf IKP. Pada sesi kali ini Hendrasmo membahas topik mengenai “Pemanfaatan media social untuk penyebaran konten kreatif dan menjaga kebhinekaan”.

Setelah itu berlanjut pada sessi yang ketiga. Di sessi ketiga ini diisi oleh seorang muda yang cukup menginsipirasi. Dia adalah Margaret Astaman. Pada kesempatan ini Margaret membagikan tips pada para peserta tentang bagaimana cara membuat judul yang menarik namun tetap objektif.

Malam hari setelah doa malam, para peserta secara berkelompok diajak untuk membuat berbagai macam konten-konten menarik seperti: video, cuplikan drama singkat, dan lainnya. Esok harinya  para peserta menampilkan hasill karya kelompok mereka masing-masing.

Acara  hari itupun akhirnya berakhir dengan perayaan Ekaristi. Pada hari itu bertepatan dengan perayaan Hari Raya Kristus Raja. Dengan berakhirnya acara hari itu, berakhir pula program Dialog dan Literasi yang sudah terselenggara di 7 Kota.

 

Maria Febri Kristina (Ria)- OMK Paroki St. Paulus Sendangguwo Semarang 

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *