EDUKASI EKOLOGIS DI KOTA SENJA

Kesempatan Ketiga…
27858095_10209128542969440_7610698886637871723_nUntuk ketiga kalinya –dalam kerjasama dengan Conservation International (CI) Raja Ampat– Komisi Kepemudaan Keuskupan Manokwari-Sorong (Komkep-KMS) selenggarakan kegiatan pendidikan lingkungan hidup (PLH), atau edukasi ekologis. Kesempatan pertama diadakan pada 15 Nopember 2015 di Kota Minyak –Sorong. Kesempatan kedua pada 14 Pebruari 2016 di Kota Injil –Manokwari. Di kedua kesempatan ini, peserta yang diundang dan hadir dari orang muda Katolik (OMK) paroki se-tim pastoral wilayah (TPW) Sorong dan Aimas serta Manokwari. Kesempatan ketiga –kegiatan serupa yakni edukasi ekologis– berlangsung di Kota Senja –Kaimana (14 Pebruari 2018) dengan prioritas utama peserta yakni pada pelajar SMA.

 

Laudato Si…
27972536_10209128536889288_2317781908886540029_nKegiatan edukasi ekologis yang bersaatan dengan perayaan liturgis Gereja, Rabu Abu ini, mengambil tema “Menjaga Bumi, Rumah Kita Bersama”. Dengan tema ini, para peserta diajak untuk menumbuh-kembangkan sikap memiliki dan peduli pada lingkungan hidup sekitarnya, seperti dengan membuang sampah pada tempatnya dan menanam pohon (reboisasi). Hal ini sejurus dengan apa yang diserukan oleh Bapa Suci, Paus Fransiskus, dalam ensikliknya “Laudato Si” (yang artinya: “Puji Bagi-Mu”). Ensiklik ini dikeluarkan pada tahun 2015, tepatnya tanggal 24 Mei, Ensiklik yang dipublikasikan pada 18 Juni 2015 ini memiliki sub-judul On the care for our common home (Dalam kepedulian untuk rumah kita bersama).

 

Dalam ensiklik ini Paus mengritik konsumerisme dan pembangunan yang tak terkendali, menyesalkan terjadinya kerusakan lingkungan dan pemanasan global, serta mengajak semua orang di seluruh dunia untuk mengambil “aksi global yang terpadu dan segera”.
Intisari ensiklik ini adalah suatu keprihatinan terhadap bumi sebagai rumah manusia. Setiap manusia perlu memperlihatkan adanya kepedulian untuk merawat ‘Rumah Kita” ini. Sebagai sebuah tindakan preventif sekaligus kuratif maka perlu adanya pendidikan atasnya. Dengan begitu, diharapkan setiap orang memiliki sense of belonging pada ‘Rumah” ini sebagai tempat hidup, dan perlu juga sebuah penghormatan terhadap ciptaan Allah sendiri.

 

Mengapa Di Kota Senja?…
27972585_10209128536449277_4013844105571110791_nKegiatan edukasi ekologis ketiga berlangsung di Kota Senja, Kaimana. Adapun sejumlah alasan pemilihan Kaimana sebagai tujuan edukasi ekologis ini:
1. Kabupaten Kaimana dicanangkan sebagai salah satu kawasan konservasi dari Propinsi Papua Barat.

2. Kabupaten Kaimana sebagaimana beberapa kabupaten lainnya seperti Manokwari, Fak-Fak dan Raja Ampat, memiliki destinasi wisata yang sangat indah yakni Teluk Triton-nya.
3. Komkep-KMS hendak mengejawantahkan seruan iman dan/atau amanah suci dalam enskilik Laudato Si yang secara khusus memberi perhatian pada salah satu persoalan sosial manusia dan dunia dewasa ini yakni lingkungan hidup.

4.Komkep-KMS merasa turut peduli dan berbangga dengan apa yang menjadi keprihatinan dan perhatian dari Conservation International (CI) demi menjaga bumi sebagai rumah bersama, di samping memajukan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu program strategis pemerintah dalam memajukan kesejahateraan masyarakat setempat (pesisir pantai).

5. Inilah bentuk kepedulian Gereja (agama) dalam menumbuhkan kecintaan pada “bumi sebagai ibu bersama” yang perlu diberi perhatian dengan sebaik-baiknya. Maka dengan kegiatan ini, Komkep-KMS memandangnya sebagai bentuk praksis dari kepedulian Gereja untuk memberi pemahaman iman akan pentingnya lingkungan hidup dari kacamata agama. Maka tepatlah tema yang diusung dalam kegiatan edukasi ini “Mari Menjaga Bumi, Rumah Kita Bersama”.

 

125 Orang Terlibat…
Kegiatan edukasi ekologis ini, selain melibatkan OMK dari Paroki Sto. Martinus (selaku tim kerja atau panitia pelaksana sebanyak 21 orang), namun menghadirkan pula para pelajar se-Kabupaten Kaimana. Diundang dan/atau hadir pada kegiatan tersebut yakni 8 (delapan) SMA, masing-masing: SMA YPPK Sto. Thomas Aquinas (10 pelajar), SMA YAPIS (10 pelajar), SMA Negeri 1 (10 pelajar), SMA Negeri 2 (10 pelajar), SMK Negeri 1 (10 pelajar), SMK Negeri 2 (10 pelajar), SMK YPK Efata (14 pelajar), dan SMK Theologi Kristen (6 pelajar).

Hadir pula para pendamping sebanyak 4 guru; Asisten II Pemda Kabupaten Kaimana (Bapak Martinus Furima), Romo Robertus Andy Priambada, O’Carm (moderator OMK), rekan-rekan CI Kaimana (selaku pemateri 3 orang dan pemantau sebanyak 3 orang). Tentunya hadir Romo Josep Lambertus Sena, Pr selaku Ketua Komkep-KMS (selaku pemateri dan penggagas kegiatan ini). Jadi yang terlibat dalam kegiatan ini –baik sebagai peserta, pendamping, tim kerja, tamu undangan dan pemateri– sebanyak 125 orang.

Solidaritas Pada Ciptaan Lain…
27858466_10209128535289248_8790402094719945485_nSebagaimana pada dua kesempatan sebelumnya, kegiata edukasi ekologis di Kota Senja ini diramu dalam beberapa kegiatan seperti: sejumlah pengarahan, masing-masing: dari CI, Moderator OMK Paroki Sto. Martinus, dan Pemda Kabupaten Kaimana; juga ada pengantar kegiatan oleh Rm. Josep Lambertus Sena, Pr., selaku Ketua Komkep. Acara inti untuk kegiatan ini yakni penyajian materi dari CI (Ibu Meidy & Ibu Bertha) yang dikemas dalam pelbagai quiz, game serta gerak & lagu. Kegiatan dilengkapi dengan pemutaran film pendek berjudul “Alam Tak Butuh Manusia, Tapi Manusia Yang Butuh Alam”.
Di akhir dari seluruh kegiatan, dibuat sebuah refleksi dan komitmen bersama untuk kelanjutan kegiatan edukasi ekologis ini. Setiap peserta diminta membuat sebuah komitmen pribadi atau bersama yang ditulis dalam kertas berbentuk daun, lalu ditempelkan pada “Pohon Komitmen”.
Para peserta dihadiahi souveiner oleh CI berupa baju kaos bertuliskan “Menjaga Bumi, Rumah Kita Bersama”, serta disediakan makan siang dan snack.
Kegiatan yang bersaatan dengan pesta sosial-kemasyarakatan ala anak muda, Valentine Day pada 14 Pebruari 2018 ini, sekiranya boleh terciptakan kepedulian para terhadap Lingkungan Hidup sekitarnya. Sebab Valentine Day sebagai hari kasih sayang, terwujud bukan saja tertuju pada kecintaan pada sesama manusia, namun perlu ternyatakan pada kepedulian pada Lingkungan Hidup sekitarnya. Hal ini sejurus dengan tema APP di tahun 2018 ini yakni Membangun Solidaritas Sosial Demi Keutuhan Ciptaan.

 

(jls,pr., 14.02.2018 @ Kaimana – Kota Senja)

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *