MUSPAS Keuskupan Bandung

Pada tanggal 25 Februari 2018, Keuskupan Bandung secara resmi membuka “Musyawarah Pastoral 2018”. Musyawarah Pastoral (MUSPAS) merupakan kegiatan kaum beriman untuk bersama-sama merefleksikan (melihat, menimbang-nimbang, menilai) pelayanan pastoral yang dilaksanakan baik masa lalu maupun masa kini. Melalui musyawarah (refleksi bersama) akhirnya umat dapat menentukan tindakan atau kegiatan pelayanan baru yang dapat dilaksanakan di masa yang akan datang. Yang dimusyawarahkan pertama-tama adalah praktek hidup menggereja dengan pelayanannya. Fokus perhatian utama dalam Muspas 2018 berkaitan dengan orang muda Katolik.

 

28235204_10213578675893938_3355710316360477925_oIndikator keberhasilan dari Muspas ini adalah penyempurnaan arah dasar keuskupan, penetapan fokus pastoral Keuskupan untuk tiga tahun mendatang dan evaluasi implementasi hasil sinode 2015. Adapun yang menjadi dasar refleksi untuk Muspas ini adalah hasil sinode Keuskupan Bandung tahun 2015. Di dalamnya ada 16 topik keprihatinan dan 37 kebijakan pastoral. Selain itu hasil sinode orang muda katolik tahun 2016 menjadi salah satu dasar refleksi dalam muspas ini. Cita-cita orang muda katolik masa kini dan masa depan. Visi, misi, dan strategi pastoral bagi orang muda katolik.

 

Tamu undangan yang hadir dalam pembukaan muspas ini adalah Pastur, perwakilan DPP, sie kepemudaan dan penggerak OMK paroki dari 5 dekanat, 26 paroki yang ada di Keuskupan Bandung, komisi-komisi Keuskupan Bandung dan kategorial-kategorial yang bergerak di wilayah Keuskupan Bandung. Total tamu undangan yang hadir kurang lebih mencapai 300 orang. Hal ini selaras dengan target peserta yang diharapkan ikut dalam muspas yaitu semua kaum beriman baik secara pribadi maupun bersama-sama. Baik yang terlibat dalam pelayanan pastoral territorial maupun kategorial. Baik anak, remaja, maupun dewasa, semua ikut terlibat ikut ambil bagian.

 

Pembukaan muspas ini melibatkan Komisi Kepemudaan dalam hal teknis sesuai arahan Dewan Harian. Pembukaan Muspas dilaksanakan di Aula Pasca Sarjana Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Rangkaian acara dimulai dari pk.08.00 – pk.14.00 wib. Pembukaan muspas 2018 diawali dengan “Sharring Pengalaman” dengan tema “Orang Muda Katolik Masa Kini dan Masa Depan”. Sharring pengalaman dipandu langsung oleh ketua Komisi Kepemudaan Bandung, Pst. FX. Wahyu Tri Wibowo, Pr. Adapun pembicara yang dihadirkan diantaranya adalah Pst. Antonius Haryanto, Pr., Theresia Yunita Tan, Bpk Robertus Wahyudi Triweko dan Ibu Palupi. Setiap pembicara memberikan materi, pandangan, sharring, dan pengalamannya bersama orang muda. Diharapkan dengan adanya diskusi ini dapat membuka pandangan yang lebih mendalam dan luas tentang orang muda katolik khususnya di Keuskupan Bandung.

 

28423802_10213578674253897_5050810460853359648_oRangkaian acara pembukaan musyawarah pastoral 2018 ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC bersama para konselebran Pst. R.F. Bhanu Viktorahadi, Pr., Pst. F.X. Wahyu Tri Wibowo, Pr., Pst. Yustinus Hilman Pudjiatmoko, Pr., dan Pst. Emanuel Bambang Adhi Prakosa, OSC . Dalam Misa pembukaan kali ini terdapat beberapa hal yang dibawakan secara berbeda yaitu di dalam misa pada bagian kata pengantar dibawakan dengan visualisasi yang dibawakan oleh OMK Keuskupan Bandung, biarawan, dan perwakilan orang tua. Visualisasi tersebut menggambarkan makna dalam Muspas 2018, yaitu OMK masa kini dan masa depan dan berjalan bersama dalam mewujudkan visi, misi dan strateginya bersama semua kaum beriman dan masyarakat. Pada bagian homili, Uskup kembali menyapa dan menekankan kepada seluruh pihak untuk mendukung dan menyukseskan musyawarah pastoral 2018 dimana kali ini yang menjadi fokus bersama keuskupan Bandung adalah Orang Muda Katolik. Di akhir perayaan Ekaristi, sebelum berkat penutup, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC memukul gong sebanyak 3 kali sebagai tanda dibukanya Musyawarah Pastoral 2018 bersamaan dengan dibunyikannya angklung oleh 12 orang muda perwakilan dekanat dan kategorial di Keuskupan Bandung.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *