Perayaan Iman dan Suara Orang Muda (Bagian 2)

 

prasinode anne1Pertemuan Pra-Sinode Orang Muda yang telah dibuka oleh Paus sejak Senin, 19 Maret 2018 telah bergulir dalam gempita di tengah cuaca Roma yang dingin. Dalam rangkaian diskusi kelompok kecil – kelompok bahasa – grup telah merumuskan suara orang muda yang akan dituliskan dalam satu dokumen utuh. Draf-draf tersebut dikumpulkan dan diramu dalam suatu draf yang akan dibahas dalam forum pleno. Terdapat 2 (dua) kali pleno besar, pada hari Kamis dan Jumat, untuk merevisi hasil masukan yang telah dikumpulkan. Bak dalam Sinode Uskup, setiap pertemuan selalu dirancang dalam kerendahan hati untuk meminta rahmat Roh Kudus melalui doa dan meditasi yang hening. Diskusi boleh panas, namun sikap saling menghargai tetap dikedepankan.

 

Tidak hanya sesi diskusi, antar sesi juga dimanfaatkan oleh para peserta untuk melancong ke tempat-tempat bersejarah di Roma, antara lain Basilika Lateran. Khusus pada kesempatan di hari kelima (Jumat) pelaksanaan acara, para peserta sekaligus diajak merefleksikan kembali kisah sengsara Yesus Kristus di salib. Ibadah jalan salib pun dilangsungkan dalam keadaan khidmat di sudut-sudut megah Basilika Lateran.

 

Perumusan dokumen akhir Pra-Sinode tetap berlangsung. Tim kecil yang beranggotakan 12 orang dari perwakilan peserta membantu untuk merumuskan draf akhir yang akan diterbitkan. Setelah mencapai konsensus dalam forum pleno, keluarlah dokumen akhir hasil Pra-Sinode Orang Muda pada hari Sabtu, 24 Maret 2018. Puji Tuhan! Dokumen sepanjang 16 halaman tersebut akan dijadikan salah satu rujukan dalam Instrumentum Laboris yang akan digunakan dalam Sinode Uskup Oktober mendatang.

 

prasinode anne3Secara singkat, dokumen final tersebut terbagi dalam 3 bagian: bagian pertama – Formasi Kepribadian, yang menjabarkan kondisi terkini yang dihadapi orang muda baik secara internal maupun eksternal, bagian kedua – Iman dan Panggilan, Diskresi Panggilan dan Pendampingan, yang menjelaskan tentang bagaimana iman, panggilan beserta diskresinya, dan pendampingan orang muda dimaknai, dan bagian ketiga dan terakhir – Karya Pastoral dan Formasi Gereja, yang mencakup rekomendasi praktis dari orang muda untuk pengembangan karya pastoral Gereja bagi orang muda. Kardinal Baldisseri selaku Sekretaris Jenderal Sinode Uskup, bersama Monsinyor Fabio Fabene, secara langsung menerima dokumen akhir tersebut, disertai dengan ucapan terima kasih kepada para partisipan atas kerja keras yang didedikasikan selama 5 hari penuh di Pontificio Maria Mater Ecclesiae, Roma. Tak lupa berkelakar, beliau menyoroti beberapa kalimat terakhir di dokumen final tersebut, “kalian menyebut kami Gereja Tua! Oh tidak!’, yang diiringi gelak tawa para partisipan.

 

Guna merayakan selesainya penyusunan dokumen dan sebagai penutup manis Pra-Sinode, para peserta diajak mengunjungi Castel Gandolfo – istana peristirahatan Paus- di Gandolfo, kota kecil di sebelah utara Roma. Peserta diberikan kesempatan melihat sejarah Kepausan dari sudut-sudut istana yang baru pertama kali dibuka untuk umum di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus (dimana beliau belum pernah tinggal disana sama sekali). Di malam harinya, sajian suara merdu Sr. Cristina, suster Ursulin pemenang The Voice Italia, menghibur para peserta. Meskipun lelah setelah berhari-hari menjalani diskusi, kehangatan dan keseruan tetap menjalar di para peserta yang lincah bergoyang. Sajian makanan khas Italia (pizza, roti-rotian, dan tentu saja wine) yang disponsori oleh Keuskupan Albano mengiringi ‘pesta’ penutup hari akhir Pra-Sinode.

 

Hari Minggu, 25 Maret 2018, menandai berakhirnya Pra-Sinode Orang Muda di Roma. Perayaan Ekaristi bersama Paus Fransisku di Basilika Santo Petrus dan ribuan umat lainnya menjadi tanda ucapan syukur atas berlangsungnya ‘Sinode Orang Muda’ pertama sejak Gereja berdiri. Dalam homilinya, Paus menekankan pentingnya orang muda untuk berani tampil dan berbicara jujur sekalipun generasi tua mencoba menghambat. Keren!

 

prasinode anne 2Dalam Misa tersebut, secara khusus Paus menerima testimoni kecil terkait ucapan terima kasih dari para peserta Pra-Sinode sekaligus informasi perihal acara World Youth Day yang akan dilaksanakan di Panama, Januari 2019. Setelah misa selesai, Paus secara hangat menyapa para peserta Pra-Sinode yang ditempatkan di barisan depan, dan tentunya beliau disambut dengan tidak hanya sukacita, namun histeris! 🙂

 

Dan gelaran acara pun selesai. Partisipan pulang ke negara dan komunitas masing-masing, menjadi duta dari manifesto orang muda yang tertorehkan dalam dokumen Pra-Sinode tersebut. ‘Jadilah berani, ambil resiko!’, kata Paus Fransiskus menguatkan perutusan orang muda.

 

Dokumen Final hasil Pra-Sinode dalam terjemahan Indonesia masih dalam proses. Untuk Bahasa Inggris dapat diunduh di: http://orangmudakatolik.net/2018/03/26/final-document-of-the-pre-synodal-meeting/

 

Roma, 24 Maret 2018

 

AAP

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *