Panggilan

Dalam dokumen final hasil pertemuan pra-Sinode Orang Muda point 8 dan 9 membahas mengenai panggilan (lengkapnya bisa di download di bagian Gudang Ilmu).

08. Panggilan Hidup

Ada kebutuhan untuk pemahaman yang sederhana dan jelas tentang panggilan dalam hal tujuan dan misi hidup, keinginan dan aspirasi, yang membuatnya menjadi konsep yang lebih mudah dipahami oleh orang-orang muda pada tahap kehidupan mereka. “Panggilan” kadang-kadang disajikan sebagai konsep abstrak, yang dianggap terlalu jauh dari jangkauan pikiran banyak orang. Orang muda memahami pengertian umum tentang makna dan tujuan hidup, tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana menghubungkannya dengan panggilan sebagai hadiah dan sapaan dari Tuhan.

 

Pope Francis poses for a photo at a pre-synod gathering of youth delegates at the Pontifical International Maria Mater Ecclesiae College in Rome March 19. Seated next to the pope are Cardinal Lorenzo Baldisseri, secretary-general of the Synod of Bishops, and U.S. Cardinal Kevin J. Farrell, prefect of the Vatican's Dicastery for Laity, Family and Life.(CNS photo/Paul Haring)

Istilah “panggilan” telah menjadi identik dengan kehidupan imamat dan religius dalam budaya Gereja. Meskipun hal tersebut adalah panggilan sakral yang harus dirayakan, penting bagi orang muda untuk mengetahui bahwa panggilan mereka adalah buah baik kehidupan, dan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menemukan suara Tuhan tentang apa yang harus dilakukan dan kepribadian macam apa yang harus diwujudkan dalam rangka pemenuhan hidup orang muda.

 

Orang-orang muda dari berbagai keyakinan melihat panggilan sebagai keterbukaan hidup, cinta, inspirasi, peluang kontribusi di dan untuk dunia, dan cara untuk menjalani hidup yang bermanfaat. Di tengah ketidakjelasan akan definisi panggilan bagi banyak orang muda; maka ada kebutuhan untuk pemahaman yang lebih dalam tentang panggilan hidup Kristen (imamat dan kehidupan religius, pelayanan awam, pernikahan dan keluarga, peran dalam masyarakat, dll) dan panggilan universal yang bersifat kudus.

 

09. Diskresi Panggilan

Pembedaan roh dalam panggilan seseorang dapat menjadi tantangan, bahkan kesalahpahaman. Namun, orang muda siap menerima tantangan tersebut! Melakukan diskresi dalam panggilan merupakan petualangan seumur hidup. Dikatakan demikian, karena banyak orang muda yang tidak tahu bagaimana secara sistematis melakukan proses diskresi; yang mana merupakan kesempatan bagi Gereja untuk mendampingi mereka.

 

Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan orang muda untuk memilih panggilan mereka, seperti: Gereja, budaya, tuntutan pekerjaan, media digital, ekspektasi keluarga, kesehatan mental dan keadaan pikiran, distraksi, tekanan teman sebaya, skenario politik, masyarakat, teknologi, dll. Keheningan, introspeksi dan bergumul dalam doa, serta membaca Kitab Suci dan memperdalam pengetahuan adalah kesempatan yang sangat sedikit dieksplorasi oleh orang muda, dan oleh karenanya diperlukan pendampingan bagi orang muda untuk mengenali area tersebut. Hal lain yang diperlukan untuk mempertajam kemampuan diskresi bisa dalam bentuk keterlibatan dalam kelompok-kelompok berbasis agama, gerakan, dan komunitas yang memiliki warna yang sama.

 

Begitu pula bagi perempuan muda, tantangan unik untuk memahami panggilan dan tempat mereka di Gereja berlaku serupa. Sama seperti Maria menjawab “ya” untuk panggilan Tuhan, perempuan muda saat ini membutuhkan pula ruang untuk memberikan “ya” atas panggilan mereka. Kami mendorong Gereja untuk memperdalam pemahamannya tentang peran perempuan dan untuk memberdayakan perempuan muda, baik yang awam maupun religius, dalam semangat cinta Gereja untuk Maria, Ibu Yesus.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *