Selembar Daunku Berarti Secerah Kehidupanmu

EKM di Gereja Hati Kudus Yesus Stasi Sidoharjo Paroki Sidomulyo

(ajakan untuk setia menempel pada pokok dan mencintai alam)

 

tanjung karang1Ekaristi Kaum Muda (EKM) di wilayah paroki berdekatan di bagian Selatan propinsi Lampung ditambah dengan paroki Katedral Kristus Raja keuskupan Tanjungkarang digagas oleh para Pastor dan pengurus OMK paroki tersebut. Antara lain paroki Katedral Kristus Raja Tanjungkarang, Paroki St. Andreas Margo Agung, Paroki Keluarga Kudus Sidomulyo, Unit Pastoral Jatibaru  dan Unit Pastoral Bakauheni. Lalu bergabung juga paroki Sribhawono. EKM di wilayah ini selalu dilaksanakan pada bulan yang memiliki Minggu ke V dalam bulan. EKM kali ini terlaksana pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 28-29 April 2018 di stasi Hati Kudus Yesus Sidoharjo paroki Keluarga Kudus Sidomulyo.

 

Dengan mengangkat tema mengenai cinta pada bumi, dan perhatian pada alam, dikemas dalam judul besar “Selembar daunku berarti secerah kehidupanmu”. Konsep EKM kali ini dikemas dalam bentuk dinamika bersama, animasi dan game-game yang mengakrabkan antar peserta EKM, materi berkaitan dengan Laudato Si dan gerakan cinta alam serta Ekaristi. Awalnya usai makan siang, semua OMK akan digerakkan untuk bersama-sama membersihkan lingkungan sekitar wilayah Sidoharjo, tetapi terkendala hujan  deras maka gerakan ini dibatalkan dan digantikan dengan kegiatan dalam ruangan.

 

tanjungkarang3Dalam EKM ini berkumpul 350 orang OMK utusan dari lima paroki tadi. Mereka begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Tidak tampak kesan lelah atau mengeluh meskipun mereka datang dari tempat yang agak berjauhan, menuju ke stasi ini. Saat perayaan Ekaristi juga rekan OMK dan umat stasi ini merayakan dengan meriah, hikmat dan sangat terlibat. Ekaristi dipimpin oleh RD. Wolfram Safari dan kotbah disampaikan oleh RP. Yustinus Eko Yuniarto SCJ yang adalah ketua KOMKEP keuskupan Tanjungkarang yang menyediakan waktu untuk hadir dalam kegiatan dua hari ini. Dalam kotbahnya Romo Eko SCJ menyampaikan peneguhan bagi OMK yang hadir. “Kalian adalah orang-orang muda yang hebat, yang rindu untuk berkumpul, rindu untuk mewujudkan komunio, seperti kata Yesus dalam Injil  yang mengatakan bahwa diriNya adalah pokok dan kamulah ranting-rantingnya, nah  kalian yang saat ini sedang berkumpul bersama ini sebagai ranting ingin menempel sungguh pada pokok itu. Karena hanya dengan menempel pada pokoklah kalian akan kuat,hanya menempel pada pokoklah kalian akan berbuah, dengan setia menempel pada pokok itu kalian akan menjadi berkat baik bagi diri kalian sendiri maupun sesama dan Gereja bahkan semesta alam ini”,seruan Romo Eko SCJ saat homili.

 

Romo Eko menambahkan, “Di antara huruf B dan D ada huruf C. Huruf B berarti Birth (kelahiran) sedangkan D berarti Death (kematian) dan di antara Birth dan Death itu ada huruf C yakni Choice (pilihan). Akan menjadi apa dirimu nanti dan mau seperti apa hidupmu kini itu bergantung pada pilihanmu sendiri, mau memilih hidup atau memilih mati, mau mendekat atau menjauh dari Allah, mau melepaskan diri dari pokok itu atau tetap setia menempel. Semua bergantung pada pilihanmu. Pakailah suara hatimu, sesuai dengan bacaan ke 2 dari surat Yohanes kita juga bisa dihakimi oleh hati kita karena hati bisa menuduh kita, apakah kita melakukan hal yang benar atau hal yang salah, suara hati ikut menentukan. Mendekatlah kepada hidup, setialah kepada pegangan pokok itu. Supaya kita menjadi orang muda berkualitas dan mumpuni, punya daya juang dan berani berbeda dalam Dia”. Itulah sekelumit kotbah Romo Eko yang disampaikan dengan begitu hidup, dengan dialog dan kalimat-kalimat dialogis yang ditanggapi oleh OMK yang hadir sehingga EKM ini menjadi lebih hidup.

 

tanjungkarang2Hadir dalam EKM ini 5 imam dan 2 diakon serta 1 frater TOP. Antara lain  RD. Agus Tri pastor Paroki Sidomulyo, RD. Andreas Sunaryo pastor rekan pendamping orang muda dari Katedral, RD. Greg Suripto pastor rekan di Sidomulyo, RD. Wolfram Safari dari UP Bakauheni serta RP Eko SCJ dari Komkep. Ada diakon Dista dari Margo Agung dan diakon Mikael dari Sidomulyo. Para imam ini begitu perhatian kepada orang muda, terbukti dari kesetiaan mereka mendampingi OMK di parokinya maupun saat kegiatan EKM seperti saat ini.

 

Ada beberapa suster FCh dari Palembang yang sedang live in di paroki ini yang malam sebelumnya telah berbagi dalam materi mengenai narkoba juga. Lalu ada dua suster FSGM dan beberapa suster HK. Mereka hadir memberi warna dalam kegiatan ini serta memberi kesaksian mengenai panggilan hidup khusus.

Ada orang muda bernama Hendrik yang mensharingkan pengalamannya mengenai gerakan mencintai alam. Yang mengajak orang muda untuk peduli pada alam, memeliharanya dan mengubah pola hidup dan pola perlakuan terhadap alam.

 

Saat RD Andreas Sunaryo di akhir misa menanyakan apakah kegiatan ini akan berhenti sampai di sini atau tetap dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya, serentak OMK menjawab “dilanjutkan!!”. Maka usai misa para pengurus OMK berkumpul untuk membahas tempat EKM berikutnya. Selamat OMK wilayah Selatan, proficiat dan selalu bersemangat, Tuhan memberkati. –Tim Komkep-

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *