Kenapa Di Alkitab Gak Ada?

Seri Alkitab

Bukti Alkitabiah
Bagian I

Syalom aleikhem.
Tak jarang ada orang Katolik bertanya-tanya penuh keheranan, “Kok di Alkitab gak ada ya?” Contoh, ketika bicara tentang Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya, salah satu dogma Gereja Kristen yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik (kondang dengan nama “Gereja Katolik”), orang Katolik kadang bingung: “Kalau itu diimani oleh Gereja Katolik mengapa tak tercantum di Alkitab?”

 

alkitabOrang semacam itu meleset, yaitu ketika ia merasa harus menemukan segala-gala ajaran Gereja di dalam Alkitab. Seakan-akan setiap ajaran harus jelas tertulis di dalam Alkitab. Padahal tak demikian. Alkitab bukan satu-satunya sumber iman. Alkitab itu salah satu saja. Alkitab, dalam pandangan Gereja Katolik, tak pernah sendirian. Jadi, tak pernah ada “hanya Alkitab” dalam ajaran Katolik.

Alkitab sendiri tak pernah mengajarkan doktrin “hanya Alkitab”. Alkitab menyarankan adanya “sumber lain” selain dirinya. Alkitab jelas-jelas menyatakan – kalau dibahasakan menurut ukuran jaman now: “Hei, jangan lu cuman percaya sama gue doang, ada temen karib gue: tuh si Tradisi Suci. Lu harus percaya pada kami berdua cuy.”

 

Perintah Tuhan Yesus jelas (baca Mat. 28:20), sebelum Ia naik ke surga: “Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” Dikatakan “segala sesuatu yang telah Kuperintahkan”. Problemnya adalah tak semua perintah atau ajaran Tuhan Yesus itu tercatat di dalam Alkitab. Kok bisa? Baca saja Yoh. 20:30; 21:25. Ada ajaran-Nya “yang tidak tercatat dalam kitab ini”.

Ada hal-hal di luar Alkitab, yaitu yang termasuk dalam Tradisi Suci, yang perlu diimani juga. Contoh berikut semoga makin menjelaskan duduk perkaranya. Ada dua surat Rasul Paulus kepada Gereja Korintus yang termasuk Alkitab: 1Kor. & 2Kor. Ada satu surat lain yang ditulis sebelum 1Kor. Surat itu tidak termasuk Alkitab. Tapi, Rasul Paulus menyatakan supaya umat meyakini yang tertulis dalam surat terdahulu itu. Padahal, surat itu “di luar Alkitab”.

 

Berikut kutipannya (1Kor. 5:9, Terjemahan Baru Edisi II [TB2]): “Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu supaya kamu….” Terjemahan versi lainnya (Bahasa Indonesia Masa Kini [BIMK]) untuk nas yang sama: “Di dalam surat saya yang lalu, saya memberitahukan kepadamu supaya….” “Surat yang lalu” itu tak termasuk Alkitab (catat: 2Kor. bukanlah surat yang lalu melainkan surat yang kemudian), namun perlu diyakini juga isinya seperti Rasul Paulus tegaskan.

Dan Paulus memuji Gereja Korintus (1Kor. 11:2) karena mereka “tetap mengingat aku [Paulus] dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu”. Dalam Alkitab bahasa Yunani – inilah bahasa Alkitab Perjanjian Baru – kata yang diterjemahkan “ajaran” itu bunyinya “paradoseis” yang artinya ‘Tradisi Suci’.

 

 

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katkiter

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *