Korea Pilgrimage Week 2018 (Archdiocese of Seoul) Hari ke 4

Hari 4 – 14 September 2018

 

koreahhh8Pagi kami diawali dengan sarapan bersama dengan memakai baju khas negara kami masing-masing, hari ini adalah hari keempat yang merupakan puncak dari acara Korea Pilgrimage Weekuntuk mendapatkan pengakuan Vatikan mengenai “Rute Peziarahan Katolik Seoul” sebagai situs Ziarah International. Setelah sarapan, kami berangkat langsung ke Seosomun Shrine, misa ini juga mengundang banyak lembaga pemerintah maupun perwakilan dari komunitas-komunitas lainnya, seperti Presiden Konggres Katolik, Walikota, Kepada Distrik, dan lain-lain. Sebelum misa dimulai, ada Choir dewasa dan anak-anak yang menyanyikan lagu rohani. Misa Raya ini dipimpin oleh Uskup Agung Metropolit Seoul, Mgr. Andrew Yeom Sou-jeong, misa berjalan dengan tertib dan hikmat. Setelah misa selesai, barulah peresmian “Rute Peziarahan Katolik Seoul” dilaksanakan, peresmian ini dipimpin oleh Archbishop(Uskup Agung) Salvatore Rino Fisichella; perwakilan dari Vatikan yang membawa surat Keputusan/Peneguhan dari Bapa Paus Fransiskus untuk diberikan kepada Uskup Agung Metropolit Seoul.
koreahhh11Ketika peresmian selesai, kami menyantap makan siang makanan khas Korea yaituBibimbapdi dareah Myeongdong dan dilanjutkan ke lokasi Selective Programs, banyak dari peserta yang memilih ke Gyeongbokgung Palace yaitu sebuah istana yang terletak di sebelah Utara kota Seoul. Istana ini termasuk dari 5 istana besar dan merupakan yang terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon. Untuk menuju tempat ini kami menggunakan bus, banyak peserta yang menyewa pakaian tradisional khas Korea (Hanbok) dan mengambil foto di dalam lokasi tersebut hingga petang hari.

koreaah10Setelah selective Programs selesai, kami menggunakan transportasi kereta bawah tanah (subway) untuk menuju lokasi makan malam Korean Fried Chicken. Karena ini adalah malam terakhir kami berada di Korea, kami merasa terharu dan sedih bahkan ada yang menangis ketika kami bersalaman satu sama lain dengan sesama peserta dan panitia, dikarenakan keesokan harinya kami akan berpisah dengan para peserta dengan berbeda waktu penerbangan. Setelah makan malam kami memiliki waktu bebas, dan keesokan harinya kami tidak ada kegiatan kecuali menunggu jadwal penjemputan menuju bandara untuk kembali ke negara masing-masing.

koreah6Sungguh ini adalah pengalaman yang sangat berharga dan kami bisa berbangga hati untuk dapat mengetahui sejarah Gereja Katolik di Korea beserta semangat para martirnya di dalam menyebarkan Kabar Gembirawalaupun nyawa adalah taruhannya. Namun semua itu dibayar lunas dengan melihat Kekatolikan Umat Korea pada masa kini, ditambah dengan Rute Peziarahan Seoul yang menjadi Rute Peziarahan Internasional dan pertama di Asia.

HimdaeseyoKorean Catholic..Kamsahamnida.. =)

 

-Tim “Korea Pilgrimage Week” Indonesia-

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *