Lagu dan Tifa Denyut Hidup Asmat

Pesta Budaya Asmat 2018

 

pesta budaya asmatPembukaan pesta budaya asmat yang ke-33 diawali dengan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agats-Asmat, Mgr. Murwito bersama dengan imam-imam yang berkarya di keuskupan ini. Dalam sambutan pembukaan, Mgr. Murwito menegaskan bahwa tifa dan lagu merupakan denyut hidup orang Asmat. Dengan lagu dan tarian orang- orang asmat mengungkapkan kegembiraan hidup, menceritakan asal-usul kehidupan, menguraikan sungai-sungai dan silsilah keluarga. Tifa dan lagu ketika tidak lagi ada di jew/yaii ( rumah adat orang asmat) seakan-akan kehidupan di kampung- kampung mati dan pesta-pesta tidak berarti sama sekali.

 

Bapak Uskup juga bersykur dan berterimakasih kepada pihak pemerintah yang sejak mulai jadi kabupaten ikut terlibat dalam membiayai penyelenggaraan pesta budaya. Mgr.berharap semoga kerjasama ini tetap berlangsung. Semangat kebersamaan ini juga ditegaskan oleh wakil bupati, Thomas Epe Safanpo,  bahwa pemerintah akan selalu mendukung keuskupan dalam melestarikan nilai-nilai budaya. Beliau dalam sambutannya juga memberi apresiasi kepada tua-tua adat di tungku-tungku api, bagi Bapak.Wakil tua-tua adat yang mempunyai itelegensi  tinggi dalam menghafal sungai-sungai, tanpa kesalahan ketika sedang menyanyikan lagu-lagu, menceritakan silsilah keturunan, relasi-relasi kekeluargaan dan hal-hal ini tidak dicatat.

 

Tifa dan lagu yang menjadi tema pesta budaya ke 33 ini,  bagi bapak uskup maupun Bapak wakil bupati  menjadi ajang membangkitkan kembali jiwa dan semangat hidup orang asmat. Bapak uskup dan Bapak wakil bupati membuka pesta budaya asmat dengan menaburkan kapur putih sebagai lambang pemberkatan,penyucian dan perlindungan Tuhan  dan para leluhur  agar pesta budaya ini bisa sukses. (Lucky)

 

 

 

*)Misa Pembukaan pesta budaya Asmat. Dihadiri oleh Bupati, wakil bupati dan sekda.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *