Bersama Menjaga Indonesia

Kampanye Menjaga Keutuhan Indonesia melalui Seruan Untuk Bangsa: Bersama Menjaga Indonesia

 

Gelora Persatuan dan Kesatuan Cinta Para Pemuda/i untuk Tanah Air Indonesia

WhatsApp Image 2018-11-24 at 18.49.52Jakarta, 17 November 2018– Menanggapi situasi perpolitikan nasional yang kian memanas akibat pertarungan elit politik jelang Pileg dan pilpres di tahun 2019, Forum Temu Kebangsaanbersama Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ)menggelar Dekralasi Damai dan Festival Budaya bertajuk Seruan Untuk Bangsa: Bersama Menjaga Indonesia. Dengan Tema “Pemilu Damai Menjaga Indonesia,” acara ini akan diselenggarakan pada 17 November 2018 di Ciputra Artpreneur Lotte Shopping Avenue Ciputra World, Kuningan Jakarta Selatan pada. pukul 19.30-Selesai.

Acara ini merupakan perwujudan dari harapan pemuda/pemudi Indonesia membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bentuk dari acara yang akan diselenggarakan ini ialah  Dekralasi Damai dan Pertunjukan Budaya, yang  dimeriahkan oleh beberapa Tokoh Muda seperti Inaya Wahid, Ernest Prakasa, Bonita AND THE HUS BAND, penampilan Tari Nusantara dan Paduan Suara SMAN 48 Jakarta. Selain itu acara ini juga dihadiri beragam organisasi dan lembaga kemanusiaan, keagamaan, komunitas kepemudaan serta komponen masyarakat yang memiliki kepedulian dan semangat yang sama untuk menjaga keutuhan NKRI.Peserta yang akan datang pada pada Deklarasi Damai dan Pertunjukan Budaya ini berjumlah 1000 orang.

WhatsApp Image 2018-11-24 at 18.50.09Latar belakang hadirnya Deklarasi Damai ialah untuk membangun kesadaran masyarakat bangsa Indonesia dalam semangat persatuandan kebhinnekaan menjelang momen politik 2019. Hal ini terkait dengan realitas yang ada di hadapan kita saat ini dimana Pelbagai masalah, sepert tindakan intoleransi, kekerasan, sikap diskriminatif di kalangan masyarakat, serta berbagai tindakan yang berujung pada agenda mengganti bentuk ideologi dan negara. Politik yang berbau isu sara, penyebaran ujaran kebencian dan hoax juga memberikan dampak pada politik yang tak sehat hoax, hoax juga semakin menjadi-jadi, dan menjadikan politik nonetis terus berkembang. Dampak dari semua ini kemudian menghasilkan distrupsi informasi beriringan dengan rendahnya kualitas informasi. Ditambah keadaan masyarakat Indonesia minim kesadaran literasi membuat fanatisme golongan menjadi kebenaran absolut yang sempit. Maka menjadi tidak aneh bahwa perpecahan antar golongan yang berbeda cara pandangnya terhadap kebenaran terjadi.

Permasalahan tersebut seharusnya tidak menjadikan pemuda Indonesia menjadi pesimistis dan apatis melihat masa depan bangsa. Optimisme pemuda patut dibangun untuk menggapai cita-cita bangsa yang sesungguhnya. Mengutip Tan Malaka, Idealisme adalah kekayaan termewah bagi pemuda. Pemuda bukan dilihat dari angka usia produktif melainkan juga dari idealisme dari semangat yang tak gentar dalam memajukan bangsanya.

WhatsApp Image 2018-11-24 at 18.46.18Inilah yang menjadi perhatian kami dari Pemuda lintas iman Indonesia untuk menyerukan semangat Persatuan dalam Kebhinnekaan. Tergabung dari beberapa organisasi pemuda dari berbagai lintas iman dan kepercayaan, suku, serta komunitas. Kami bermaksud merawat semangat Pemuda dalam peringatan Sumpah Pemuda yang ke-90 dalam acara Seruan Untuk Bangsa. Dengan bertemakan Pemilu Damai Bersama Menjaga Indonesiakami ingin mengajak semua rakyat Indonesia untuk terus mengobarkan semangat Persatuan dan menjaganya dari segala ancaman- ancaman disintegrasi bangsa. Seruan ini sekaligus menyambut Pesta Demokrasi 2019 di tahun politik yang rentan menggunakan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) sebagai kepentingan politik elektoral.

Acara SUB ini juga merupakan bagian dari upaya Pemuda Lintas Iman untuk menolak penggunaan politik SARA dalam pemilu 2019. Panitia penyelenggara optimis masih banyak pemuda Indonesia yang sadar dan tidak mau di terjebak dalam upaya politisasi agama. Ibu Alissa Wahid juga menambahkan bahwa “Anak Muda selalu berada di garda terdepan perubahan. Tantangan kita saat ini adalah menjaga persatuan bangsa dari perpecahan dari kita sendiri. Tahun ini adalah tahun politik, tahun pemilihan presiden dan legislatif, masyarakat akan di bombardir dengan sentiment saling menegasikan, saling menjatuhkan antar kelompok pendukung, karena semuanya pasti ingin menang. Padahal seperti apa yang dikatakan Gus Dur bahwa yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan, politik adalah jalan untuk mewujudkan kemanusiaan, politik adalah jalan untuk mewujudkan cita-cita bersama, yaitu masyarakat yang makmur, adil dan sentosa. Maka ditangan anak mudalah cita-cita ini harus dirawat” Sependapat dengan itu, Padot Naibaho selaku Ketua panitia acara Seruan Untuk Bangsa menuturkan bahwa keadaan masyarakat seperti itu akan mengakibatkan pada perpecahan di masyarakat. ‘’Melalui acara ini, kami ingin menyampaikan bahwa pilihan politik boleh berbeda, tetapi menjaga keutuhan Indonesia adalah tugas utama seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

–Tim Publikasi dan Dokumentasi SUB 2018

 

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *