Menjadi Kuat dan Terus Berjuang Seperti Maria

IMG-20190126-WA0055Sore (25/01) panas terasa menyengat sekali di Panama. Namun demikian tidak menyurutkan orang muda untuk berkumpul di Santa Maria La Antigua Field. Setelah permenungan peristiwa-peristiwa jalan salib, Paus Fransiskus memberikan renungan dan berkat. Berikut inti renungan Paus Fransiskus:

Kita yang berkumpul disini telah bersama-sama melihat dan mengikuti Jalan Salib dan merasakan bagaimana perjalanan Yesus yang penuh dengan rintangan. Hal ini pun seperti yang kita alami di komunitas kita.

IMG-20190126-WA0054Kita sering tidak menghiraukan penderitaan sesama, sulit untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, kita menutup mulut dan tidak menyerukan jeritan orang-orang yang berkesusahan dan kita lebih memilih untu tidak membantu mereka.

Memang, lebih mudah untuk dekat dengan orang yang penuh dengan harta duniawi dan kemenangan serta popularitas yang tinggi. Namun perjalanan bersama Yesus tidaklah seperti itu. Salib melambangkan penderitaan dan kesengsaraan. Tidak mudah untuk mengikuti perjalanan Yesus. Akan tetapi, salib juga adalah lambang keselamatan dan kebangkitan.

Allah Bapa, kami telah melakukan jalan salib bersama dan mendengarkan kisah dan doa. Kami menyadari, masih banyak anak yang tidak bisa bermain dan bernyanyi; para Ibu yang mengalami masa-masa sulit dan orang-orang muda yang tidak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Banyak juga terjadi kriminalitas di berbagai tempat dan banyak kasus narkoba, prostitusi serta berbagai kasus kriminal dan penindasan.

Masih banyak orang muda yang tidak bisa bermimpi, karena mereka tidak memiliki harapan untuk melanjutkan hari esok. Banyak juga kaum lansia yang kita telantarkan padahal mereka adalah bagian dari pembangun akar-akar budaya kita. Kita juga tidak menghiraukan teriakan dari bumi karena kita terus merusak lingkungan.

IMG-20190126-WA0052Kita juga telah merenungkan kisah tentang Maria, bagaimana kita hendaknya belajar seperti Maria. Melalui Maria kita belajar untuk mengatakan “ya” dan belajar sabar layaknya seorang Ibu. Hal ini juga berlaku untuk para perempuan yang tidak menikah, atas dasar alasannya tersendiri. Dari Maria, kita belajar untuk menjadi kuat dan belajar untuk terus berjuang.

Kita harus bisa berdiri, tidak dengan hati yg buta, tapi dengan hati yang tulus. Ya Allah, ajarilah kami untuk mengatakan bahwa kami ada bersama anak-Mu dan Maria sehingga kami tidak perlu takut untuk berani mencintai sepenuh hati.

Komkep KWI

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *