Ia Ingin Kamu Hidup

Pertemuan hari ketiga: Kontribusi orang muda dalam perjalanan sinode Gereja

“Kristus hidup dan Ia ingin kamu hidup” (Christus Vivit No. 1). Kalimat ini mempunyai makna mendalam bahwa Kristus selalu ada, selalu muda, dan Ia ingin kita juga hidup dan tetap muda bersama-Nya. WhatsApp Image 2019-06-24 at 04.57.00(1)Setelah membahas isi dari Christus Vivit, saling berbagi perasaan dan pengalaman membagikan pesan yang terkandung di dalamnya, acara pada hari ketiga fokus pada tindak lanjut perjalanan Sinode di masyarakat Gereja masing-masing. Acara diawali dengan paparan dari Rev. Rossano Sala, yang membahas tentang pendampingan bagi orang muda dalam perjalanan sinodenya. Hal yang sangat penting dari sesi ini, Rev. Rossano memberikan gambaran yang sangat jelas bagaimana orang muda bisa berjalan bersama-sama dengan anggota masyarakat lainnya, terutama dengan orang yang lebih tua dan para gembala.

Perjalanan bersama-sama ini berarti bahwa orang muda dan masyarakat dapat saling berbagi cerita, pendapat, pengalaman dan bahkan saling belajar dari kekurangan dan  kekuatan masing-masing. Inilah yang dimaksud dengan perjalanan Sinode, bahwa tidak ada yang lebih unggul atau lebih benar, tetapi bagaimana kita dapat berjalan bersama-sama dalam membahas berbagai isu dan mengatasi berbagai permasalahan yang ada di lingkungan kita. Pada sesi selanjutnya, Rev. Alexandre Awi Mello juga membagikan pengalamannya dalam pendampingan orang muda, terutama bagaimana perjalanan sinode terus diresapkan dalam pelaksanaan misi.

Peserta sangat antusias untuk bertanya dan berbagi pendapat bagaimana orang muda dapat memberikan kontribusi dan melakukan tindakan konkret di lingkungannya masing-masing. Dalam diskusi kelompok, para peserta membahas bagaimana mereka dapat meneruskan perjalanan Sinode di masyarakat Gereja atau di komunitas masing-masing. Walaupun begitu banyak tantangan yang diceritakan oleh para peserta, tetapi pada akhir pertemuan, sukacita orang muda semakin besar. Hal ini dikarenakan orang muda tidak akan pernah berjalan sendiri dan Kristus senantiasa menyertai kita semua. Seperti kisah penampakan Yesus dalam perjalanan di Emaus, kita juga pernah mengalami penampakan Yesus dalam hidup kita. Pengalaman inilah yang membukakan mata kita untuk terus melangkah maju dan berkontribusi dengan cara kita masing-masing. Kita tidak perlu takut karena Yesus senantiasa menyertai perjalanan kita.

Acara dilanjutkan dengan perayaan ekaristi bersama Uskup Fabio Fabene yang berpesan bagi orang muda untuk terus melanjutkan karya-karyanya. Kemeriahan acara International Youth Festival pun dilanjutkan dengan acara malam kebudayaan. Seluruh peserta dan panitia bergembira bersama merayakan keberagaman dan semangat orang muda yang memacu kita untuk terus bertumbuh dan berkembang bersama. Para peserta sangat tidak sabar untuk kembali pulang dan membagikan pengalaman yang diperoleh selama acara ini untuk merangkul orang muda di masyarakat Gereja masing-masing dan berjalan bersama.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *