Orang Muda Sebagai Pemeran Utama

IMG-20190624-WA0013Sinode 2018 yang bertema “Orang Muda, Iman dan Pilihan Hidup” yang menghasilkan Seruan Apostolik Christus Vivit sungguh memberikan harapan dan semangat bagi orang muda untuk menjadi pemeran utama yang dapat membawa perubahan. Dalam hal ini, orang muda juga menjadi pemeran utama dalam implementasi hasil Sinode 2018; dari orang muda dan untuk orang muda.

Acara hari keempat diawali dengan perayaan ekaristi di Basilika Santo Petrus yang dipimpin oleh Kardinal Kevin Farrel. Dalam homili, Kardinal Farrel mengangkat kisah Paulus yang dulu menyiksa banyak orang. Namun setelah bertemu Yesus, hidup Paulus berubah. Ia pergi dan mewartakan Injil. Kita pun juga dapat berubah seperti Paulus, setelah mengalami perjumpaan dengan Yesus dengan cara kita masing-masing. Maka dari itu, kita harus senantiasa menjaga komunikasi dengan Tuhan. Kardinal Farrel pun kembali mengingatkan tiga poin penting dari Christus Vivit, yaitu: Tuhan mencintai kita, Tuhan menyelamatkan kita dan Tuhan hidup, Ia senantiasa menyertai kita.

IMG-20190624-WA0015Para peserta International Youth Festival 2019 juga berkesempatan untuk menghadiri audiensi dengan Bapa Paus. Dalam perjumpaan tersebut, Bapa Paus sangat gembira menyambut orang-orang muda dengan semangat dan jiwa muda yang besar. Di awal pertemuan disampaikan hasil pertemuan orang muda:

“Kita adalah wajah Kristus, sangat hidup. Selama beberapa hari ini kami telah mendapatkan kesempatan secara langsung untuk mengalami Gereja universal secara utuh serta merayakan kekayaan keragaman budaya dari berbagai negara. Misi kita dimulai dari identitas kita sebagai orang yang dicintai Tuhan. Cinta inilah yang membuat kita semakin maju dan terus melayani orang lain. Sebagai gereja yang muda, kami bertekad untuk mendengar, memahami kehendak Allah (disermen), menumbuhkan spiritualitas (formasi) dan membiarkan diri kita diperbarui. Kita berkomitmen untuk menjadi tokoh protagonis sebagai satu gereja yang berjalan bersama, saling berdampingan satu sama lain untuk semua orang dan di mana saja. Kami percaya bahwa kami memiliki kapasitas untuk terus memberikan kontribusi yang berharga. Meskipun kita mengalami berbagai tantangan, perjalanan sinode ini memberikan kita langkah untuk melakukan berbagai tindakan nyata untuk terus mengembangkan Gereja dan masyarakat. Kami ingin mengundang kalian, umat Allah, untuk berjalan bersama kami dan melanjutkan perjalanan ini. Semoga sukacita dan harapan Kristus senantiasa hidup di dalam dirimu!”

Dalam sambutannya, Bapa Paus kembali menegaskan peran orang muda sebagai tokoh protagonis atau pemeran utama yang terus berjalan bersama-sama. Orang muda adalah Gereja; orang muda mampu membawa perubahan di lingkungannya masing-masing dan juga di dunia. Misi orang muda digambarkan seperti penampakan Yesus di Emaus (Luk 24:13-35). Melalui peristiwa itu, mata murid Yesus menjadi terbuka. Sama seperti mereka, Yesus pun telah menampakkan diri kepada kita, Ia ingin kita membuka mata dan hati kita supaya Ia dapat berbicara dengan kita. Perjalanan itu juga memberikan inspirasi bahwa meskipun kita berjalan di tempat yang gelap, kita tidak perlu khawatir karena Kristus menerangi kita. Maka dari itu, orang muda juga dipanggil untuk menjadi terang dalam kegelapan, terutama bagi teman-teman kita yang mungkin belum menemukan sukacita hidup bersama Yesus.

IMG-20190624-WA0011Bapa Paus kembali mengingatkan bahwa orang muda adalah masa kini gereja, bukan hanya masa depan tetapi masa kini gereja. Orang muda harus bertindak sekarang. Kita tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Maka itu Bapa Paus berpesan supaya kita berjalan bersama-sama. Kita adalah bagian dari satu tubuh, satu komunitas. Bersama-sama kita menjadi lebih kuat dan dapat berjalan lebih jauh. Dalam kesempatan ini pula, Bapa Paus mengumumkan tema World Youth Day Portugal 2022 adalah “Maria pergi bergegas” (bdk. Luk 1:39). Maka dari itu Bapa Paus mengajak orang muda untuk merefleksikan “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” (bdk. Luk 7:14, Christus Vivit, 20) dan “Aku menetapkan engkau sebagai saksi atas segala sesuatu yang telah kaulihat” (bdk. Kis 26:16). Pertemuan ditutup dengan mendoakan Salam Maria dalam bahasa masing-masing.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *