Berjalan Bersama KYD 2019

ketapang2Pertemuan orang muda Keuskupan Ketapang telah berlangsung pada tanggal 1-3 juli 2019 di stasi St. Yosef Karangan Paroki Kanak-kanak Yesus Marau. Acara ini dihadiri oleh 600 orang muda  dari 20 paroki. Mengangkat tema besar “OMK Berjalan Bersama Gereja” diharapkan dapat merefleksikan 2 murid berjalan Bersama Yesus ke Emaus. Dari perjalan tersebut dapat dilihat bahwa kedua murid ini masih memiliki sebuah masalah, ketakutan, dan kebingungan yang pada akhirnya mereka membutuhkan sebuah bimbingan agar dapat terus berjalan bersama Yesus. Refleksi inilah yang diangkat pada acara Ketapang Youth Day (KYD) 2019, dimana saat ini OMK sedang berhadapan dengan berbagai masalah mulai dari permasalahan ekonomi, pekerjaan, lingkungan hidup hingga kurang memiliki orientasi hidup dan meninggalkan budaya sendiri.

Dalam sesi Ketapang Youth Day 2019 ini, para peserta diajak untuk dapat berbagi ilmu, berkenalan, dan membuka pikiran dalam melihat berbagai permasalahan yang mereka jumpai di keseharian hidup mereka. Salah satu sesi yang diadakan adalah sesi dari Komisi Kepemudaan KWI dengan materi yang mendiskusikan tentang OMK dan tantangan hidup. Permasalahan yang dibawakan dibagi menjadi 4 pilar, yaitu Sosial Kemasyarakatan, Ekonomi, Lingkungan Hidup, dan Budaya. Di sesi ini OMK diajak untuk berdiskusi dan memetakan faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi cikal bakal 4 pilar permasalahan tersebut. Hasilnya, OMK aktif untuk menyuarakan pendapat mereka dan dapat memberikan beberapa solusi yang dapat menjadi PR mereka sebagai orang muda penggerak perubahan.

Setelah sesi diskusi tersebut, OMK peserta KYD juga dibekali dengan berbagai sesi lain yang membahas tentang Sinode, dan juga mengolah spiritualitas mereka sebagai orang muda yang menjadi masa kini gereja dan masa depan Gereja. Hadir pula Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi di hari ke-2 pergelaran acara KYD. Acara Ketapang Youth Day 2019 secara keseluruhan berjalan dengan baik, dengan harapan setiap peserta dapat sadar dan dapat menjadi agent of change bagi setiap permasalahan yang mereka jumpai.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *