MUKJIZAT ITU NYATA

ūüíź
mbak helenKetika mengetahui aku terkena tumor otak dan opsi dari dokter adalah operasi kepala, aku memutuskan memilih pengobatan herbal dengan seorang dokter yang pernah berhasil memberikan pengobatan untuk liver dan saluran pencernaanku.

Situasi awal yang berupa ‘balapan’ antara tumor otak dan obat itu memang berat. Bulan pertama dan kedua, obat berhasil menahan laju perkembangan sel tumor. Bulan ketiga, kondisi fisikkku mulai drop. Aku tidak dapat makan secara normal, sering muntah, lemas dan sering jatuh. Setidaknya empat kali aku jatuh; membentur meja, piano, pintu kamar mandi.

Kondisi drop itu semakin parah sehingga aku mulai kritis, lunglai dan sedikit kehilangan kesadaran. Dokter herbalku sedang cuti ke luar negeri, namun adik iparku mengirimkan fotoku kepadanya. Melihat kondisiku, beliau memutuskan obat dihentikan lalu menyarankan aku dibawa ke UGD.

Tapi aku tidak mau pergi ke UGD sebelum menerima sakramen pengurapan orang sakit Untunglah ada romo yang mempunyai waktu untuk memberikan sakramen pada Sabtu malam 14 September 2019.

Minggu, 15 September 2019 aku dilarikan ke UGD RS Siloam Karawaci. Sesampai di sana, petugas menyambut dan menanyakan dokter yang merawatku. Spontan, keluargaku menyebut nama dr Eka.

Dr Eka sendiri adalah spesialis bedah syaraf yang antrean pasiennya cukup panjang. Kabarnya orang harus antre berbulan-bulan untuk mendapatkan penanganan. Selain itu, dr Eka juga kerap keluar negeri, di antaranya melakukan operasi di Penang, Malaysia.

Minggu pagi itu, dr Eka dalam status cuti. Beliau ada di Jakarta. Kami tidak membuat janji atau antre, dan petugas lantas mengontak beliau. Dr Eka akan datang dalam dua jam.

Hasil tes MRI dan PET Scan-ku sudah 3 bulan yang lalu, maka dr Eka minta MRI dilakukan lagi. Hari itu, MRI pun dilakukan.

Dari hasil foto MRI, tampak tumorku sudah membesar tiga kali lipat dan mendesak otak. Kata dr Eka, “Lihat, otakmu sampai mencong. Sekarang mumpung kamu masih bisa memutuskan; pikirkan, sembahyang, putuskan apakah kamu akan lanjut berobat herbal atau percaya pada saya, medis. Jangan lama-lama mikirnya karena sebentar lagi kamu akan koma! Ini situasi perang. Kamu yang bunuh benda itu, atau benda itu yang membunuhmu!”

Tentu saja, dalam situasi itu, aku memilih operasi. Dr Eka lantas segera melakukan persiapan operasi dengan mengecek fungsi jantung, paru-paru dll organ tubuhku serta menyiapkan transfusi darah. Herannya, meskipun aku dalam kondisi drop, staminaku sangat baik. HB–ku saja 14. Dengan begitu, operasi siap dijalankan, dan dijadwalkan Senin 16 September pagi esok hari, pkl. 07.00 – 13.00 WIB.

Operasi berjalan lancar. Aku bahkan sadar 3 jam lebih cepat. Kondisiku stabil dan masuk ICU semalam. Rabu, 18 September 2019 dilakukan CT Scan dan tampak dari hasil foto, sebagian besar tumor sudah berhasil dikeluarkan. Yang tinggal hanyalah sisa-sisa dan akar-akar tumornya saja, yang akan dituntaskan dengan radiasi dan kemoterapi.

Kamis 19 September 2019 ketika dr Eka melakukan visit pkl. 07.00 WIB, melihat kondisiku, beliau mengizinkan aku pulang.

ūüíź

Ini adalah sebuah kisah yang too good to be true. But it’s true! Babak demi babak bergulir begitu saja seolah ada yang menggerakkan. Dalam iman kami percaya bahwa Tuhan sendiri yang bekerja. Inilah penyelenggaraan ilahi-Nya.

Kisah ini aku sharingkan agar dapat menjadi inspirasi, juga peneguhan bagi orang, bahwa MUKJIZAT ITU NYATA. Begitu banyak orang mendoakan kami. Itulah hati yang penuh cinta dan belas kasih, yang menyatu dengan penyelenggaraan Allah sendiri. Dan mukjizat pun terjadi. Kami sungguh sangat bersyukur dan berterima kasih untuk itu semua.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *