Orang Muda di Keuskupan Manado Menjadi Penggerak Startup Digital

Startup Weekend Indonesia Keuskupan Manado (SWI Keuskupan Manado) hadir di Pusat Spiritualitas Gunung Karmel Tampusu, Sulawesi Utara pada 29 April – 1Mei 2022. Sebelumnya di tahun 2020, SWI telah mengadakan kegiatan virtual selama dua bulan.  Lebih dari 500 peserta dari 150 paroki di 37 keuskupan seluruh Indonesia mengikuti kegiatan virtual ini dalam bentuk webinar, Instagram live tentang kewirausahaan dan pengenalan terkait usaha rintisan berbasis digital. Kegiatan SWI Keuskupan Manado diikuti 37 peserta terpilih dari 74 paroki di Keuskupan Manado.

Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. F. Kristi Adi Prasetya, Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI. Dalam homilinya, RD. Kristi Adi menyampaikan bahwa pekerjaan membuat manusia semakin bermartabat. Lebih bermartabat lagi jika pekerjaan itu tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga berbuah bagi kebaikan orang lain. Seorang anak yang rela memberi lima roti jelai dan dua ikan serta Yesus yang melipatgandakannya menjadi inspirasi permenungan sekaligus motivasi bagi peserta untuk mengikuti kegiatan ini. “Sitou Timou Tumou Tou. Manusia yang sungguh-sungguh hidup adalah manusia yang mau memanusiakan sesamanya. Untuk itulah, kalian dipanggil menjadi orang muda yang tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri tapi juga berbuah bagi sesama,” kata RD. Kristi Adi mengutip dari tulisan yang tertera pada lambang Kota Manado yang menjadi motto dan semangat masyarakat Manado.

Hari pertama kemudian berlanjut dengan pengenalan bagi peserta tentang alur 54 jam SWI. Mereka membentuk tim, mengajukan ide, mempresentasikan ide masing-masing dan merancang kerangka model bisnis (Business Model Canvas), melakukan riset singkat (Market Validation), membuat skema bisnis dalam (Prototyping), dan mempresentasikan ide (Pitching).

Di hari kedua, peserta mendapatkan berbagai pelatihan dalam bentuk workshop yakni sesi Business Model Canvas oleh Maria Isabella (Pengurus Komkep KWI), sesi Market Validation oleh Lady Giroth (VP Satu Tampa), Sesi Prototyping oleh Olivia Pinangkaan (UX Team Lead in Business Development Division, Bank SulutGo) serta sesi Pitching yang dibawakan oleh Romero Sinaga (Rappresentante dell’Associazione Uni-Italia). Usai memperoleh pengetahuan melalui workshop, para peserta didampingi para mentor yakni Michael Ganda (International Partnership Manager SEA Financial Group), Mario Agustinus Lasut (CMO Finansialku), Maria Silangen (CINO Satu Tampa), Hieronymus Kopong Bali (Marketing Manager KUMPUL), Marlon Kamagi (CEO Baciraro), Gracia Kelana, S.P., M.Si (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Katolik De La Salle Manado), Steleynes Sagay (Creative Lead Satu Tampa).

Di hari ketiga,  enam startup mempresentasikan ide di depan para juri yakni, RD Bernardus I Wayan Sugiarta (Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado), Loureine Patricia Sumual, S.E., M.F.M. (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Katolik De La Salle Manado) serta Julianus Barthen (BM JNE
Manado).

Para peserta dengan 6 startup yang telah terbentuk adalah:
1. Nongq – Your Number #1 Digital Solution for Find, Booking and Order from your favorite cafe. (Nongq dipilih oleh dewan juri sebagai ide startup terbaik ketiga).


2. Factholic – pembuatan buku yang bersifat edukatif mengenai permasalahan terhadap efek negatif kepada orang muda Katolik.

3. Basah – BASAH ini merupakan startup yang bergerak di bidang lingkungan hidup terkhusus pengolahan sampah basah. (Basah dipilih dewan juri sebagai ide startup terbaik kedua)


4. Digi Arena – DIGI ARENA adalah sebuah ide startup yang menjawab permasalahan krisis talenta digital di Indonesia dan kurangnya minat belajar dari pelajar. (Digi Arena dipilih dewan juri sebagai ide startup terbaik pertama.)

5. Catalog – Catalog akan berfokus pada platform edukasi mengenai desain dan menjembatani Orang Muda Katolik yang telah belajar menjual karya desain nya dalam berbagai bentuk di market place catalog.


6. Vegetari’iz – Vegetari’iz merupakan sebuah ide bisnis yang diciptakan untuk mengatasi masalah petani Tomohon yang tidak memiliki pembeli tetap dan masyarakat yang ingin makan sehat tapi enak.

 

Kegiatan ditutup dengan perayaan ekaristi oleh RD. Troyani Rishard Kalengkongan, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Manado. Kini saatnya orang muda Manado menemukan api semangat kewirausahaan.

Kunjungi instagram.com/startupweekend.kwi untuk informasi selanjutnya.

Sitou Timou Tumou Tou (Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Orang Lain)!

Tentang Startup Weekend Indonesia Konferensi Waligereja Indonesia (SWI KWI)
SWI KWI adalah program pendampingan Orang Muda Katolik Indonesia dalam hal kewirausahaan, teknologi dan peningkatan skill. Kegiatan ini diorganisir oleh Komisi Kepemudaan KWI, Ruang & Tempo yang didukung oleh PSE KWI, Komisi Kepemudaan Keuskupan setempat dan community partners seperti KUMPUL.ID, Satu Tampa, Finansialku, Estubizi Network, dan berbagai pihak yang membantu secara online dan offline.

Narahubung: Hieronymus Kopong Bali / hiero@kumpul.id / 0838-9638-1816

Post Author: komkep kwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *