Surat Untuk Para Penggiat OMK Indonesia

Yang terkasih para Uskup, rekan-rekan imam, dan para Saudara-Saudari, penggiat Orang Muda Katolik se-Indonesia.

Salam selamat dalam Tuhan kita Yesus Kristus Sang Juru Selamat!

Pada akhir bulan Desember 2014 ini, saya telah menjalankan perutusan selama 7 (tujuh) tahun melayani sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan pada kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KomKep KWI). Pada akhir bulan ini dan sampai hari-hari pada bulan Januari  2015, uskup telah memberikan tugas baru, dan karenanya saya harus mengakhiri serta meninggalkan kantor KomKep KWI yang beralamat di Jl. Cikini II no 10 Jakarta Pusat. Saya akan melanjutkan tugas pastoral di paroki St. Alphonsus Nandan, Yogyakarta (Keuskupan Agung Semarang), serta masih melanjutkan tugas yang terkait dengan OMK, yaitu ikut mempersiapkan “Asian Youth Day” (AYD) ke-7 yang akan dilaksanakan di Keuskupan Agung Semarang pada tahun 2017.

Karena itu, saya menyatakan mohon pamit. Saya berterima kasih setulus-tulusnya atas kebersamaan Anda semua dalam berjibaku memperjuangkan dan mendampingi OMK agar mereka tangguh beriman, tanggap bermasyarakat, tangkas berpikir. Secara khusus kepada mantan ketua KomKep KWI Mgr Harjosusanto, Ketua KomKep pada masa saya Mgr John Philip Saklil, para pengurus KomKep KWI periode saya, serta para ketua komisi kepemudaan di 37 keuskupan se -Indonesia, saya mengungkapkan terima kasih sebesar-besarnya dan penghargaan saya. Bersama-sama kita mendampingi OMK dalam kesukaran dan jerih lelah, mengorbankan waktu, tenaga, pemikiran dan dana. Tak lupa,  saya merasakan kelemahan dan banyak ketidaktahuan, serta kurangnya kemampuan. Untuk itu, saya mohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul karena kelemahan dan ketidakmampuan saya itu.  Sejak  1 Januri  2008 hingga 31 Desember 2014 saya mencatat ada beberapa hal penting yang terjadi berkat pergulatan kita bersama.

Yang pertama ialah pemantapan paradigma pastoral, bahwa pembinaan OMK ialah penanaman dan perawatan relasi dengan Yesus Kristus dalam Roh Kudus menuju Bapa dan pewujudan nilai-nilai iman Katolik dalam pembinaan. Paradigma ini menggeser Komisi Kepemudaan KWI dari rumpun komisi-komisi kemasyarakatan ke rumpun komisi-komisi pembinaan bersama Komisi Keluarga, Komisi Seminari, Komisi Pendidikan, namun tetap berkontak langsung maupun tidak langsung dengan komisi-komisi rumpun kemasyarakatan dan komisi-komisi rumpun pewartaan.  Memang demikian, semua komisi bisa dan harusnya kita ajak berkontribusi bagi pembinaan OMK, karena masa depan Gereja Katolik di tangan OMK.

Yang kedua, bahwa paradigma itu membawa konsekuensi yang menuntut kerja keras. Antara lain kitaa membentuk secara terus menerus pembinaan para pembina OMK. Diperlukan modul-modul yang tidak sedikit menurut keperluan, serta Pedoman Pastoral OMK Indonesia. Bagi keperluan itu, kita telah pula memperbaharui Pedoman Karya Pastoral Kaum Muda (PKPKM) menjadi “Pedoman Karya Pastoral OMK Indonesia “Sahabat Sepeziarahan”. Dalam buku pedoman itu, saya merasakan bahwa hal-ihwal pembinaan OMK secara umum, sudah tercakup untuk masa sekitar sekian banyak tahun ke depan, sehingga setiap pembina jika membaca buku tersebut ‎diharapkan dapat membuat “Bingkai pikir”, “kerangka kerja” serta  menimba inspirasi dan berani berbuat nyata bagi OMK sesuai ajaran Gereja Katolik.

Yang ketiga, terjadinya tradisi pembinaan‎ dan pertemuan-pertemuan yang membuat terjalinnya jaringan komunikasi antar kita baik OMK teritorial maupun kategorial. Adanya “Indonesian Youth Day” (IYD) 2012 di Sanggau, serta tradisi “Youth Day” atau Jumpa OMK dalam berbagai istilah di keuskupan dan paroki, membuat saya berpengharapan besar, bahwa masa depan Gereja Indonesia lebih cerah. Selain itu, keikutsertaan  OMK Indonesia di World Youth Day (WYD) dan Asian Youth Day (AYD) yang makin tertata, membanggakan hati kita. Kepada para eks peserta dan panitia KomKep KWI untuk WYD dan AYD saya ucapkan limpah terima kasih dan kebanggaan saya. Keikutsertaan secara aktif  OMK Indonesia membuahkan kepercayaan dari FABC-OLF-Youth Desk bahwa kita dipercaya menyelenggarakan “Asian Youth Day” (AYD) ke-7 di Indonesia – Keuskupan Agung Semarang.

IMG-20150105-WA0002Yang melanjutkan tugas sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWI setelah periode saya adalah adalah RD. Antonius Haryanto (Romo Hary) yang sebelumnya sebagai Ketua KomKep Keuskupan Bandung, sudah terbukti menggairahkan pastoral OMK Keuskupan Bandung dengan sangat berhasil. Saya yakin, Romo Hary akan berbuat dengan lebih baik daripada saya. Semoga Tuhan Allah kita memberkati karya-karya Komisi Kepemudaan KWI. Semoga warta Injil yang penuh suka cita makin berkobar dalam diri OMK sehingga mereka makin bergairah pula untuk mewartakannya kepada sesama. Selamat Natal 2014 dan Tahun Baru 2015.

Salam dan doa saya.

Post Author: admin

8 thoughts on “Surat Untuk Para Penggiat OMK Indonesia

    Wilhelmus Budi Suharto

    (Januari 6, 2015 - 06:57)

    Romo Santo n Selamat berkarya di tempat yang baru n semoga sukses n keep contact n shaloom Budi Suharto & kel.

    heni

    (Januari 6, 2015 - 11:00)

    Terima kasih Rm. Santo atas jerih lelahnya.
    Semoga OMK Indonesia tambah maju.
    Selamat berjuang di tempat tugas baru.
    Berkah Dalem

    Dionisius Agus Puguh Santosa

    (Januari 7, 2015 - 07:16)

    damai bagimu,
    romo santo yg baik, terimakasih banyak atas inspirasi, semangat dan dedikasinya yg luar biasa untuk pendampingan omk indonesia selama 7 tahun terakhir.
    bersama romo santo, kita bisa mengalami sekaligus menjalani tugas perutusan kita sebagai omk dimanapun kita berada, tinggal dan berkarya.
    terimakasih atas semua kebaikan yang boleh kami terima, khususnya bagi kami omk di keuskupan banjarmasin; yang notabene pernah romo santo kunjungi dalam beberapa kesempatan, yang terakhir saat jomka 2014 yang lalu yang digelar di sma frateran don bosco banjarmasin.
    last but not least, selamat bertugas di medan karya yang baru, selamat mempersiapkan asian youth day 2017 juga, semoga semua rencana dan karya romo senantiasa dibimbing dan diberkati oleh ALLAH YANG MAHA BAIK, amin.
    salam&doa,
    dionisius agus puguh santosa
    (komisi kepemudaan keuskupan banjarmasin)

    Bern

    (Januari 7, 2015 - 07:20)

    Terima kasih atas pelayanan yang romo berikan dan terima kasih pernah memberikan saya kesempatan untuk menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan KomKep KWI.
    Tuhan memberkati romo dalam tiap pelayanan yang romo berikan.

    jones tarigan

    (Januari 7, 2015 - 19:57)

    selamat Bertugas Romo…. banyak kenangan ketika berjumpa dengan romo dalam berbagai kegiatan OMK.

    dan selamat datang Romo harry

    regina ratna

    (Januari 15, 2015 - 20:47)

    Selamat bertugas di tempat baru yah mo.sukses selalu.GBU

    louise

    (Februari 14, 2015 - 15:57)

    Dear Romo Santo,

    Trimakasih untuk segala kebaikan, bimbingan Dan segala pembinaan yang sudah Romo berikan bagi KKMK. Semoga kami bisa bekerjasama saling mendukung dgn OMK untuk memajukan Orang Muda Katolik di Indonesia.

    Selamat bertugas di tempat yang baru, Tuhan senantiasa memberkati Romo. Selamat berkarya….

    Salam, Louise

    Pls keep in touch….^_^

    Tony Sarsjono

    (Juni 7, 2015 - 12:17)

    Romo terima kasih dan Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *