OMK ABE : MITTI MINI SERVAMUS

TULANG PUNGGUNG GEREJA, sebuah identitas yang melekat bagi Orang Muda Katolik . Jika OMK mati, maka Gereja pun akan ikut mati. Di tangan OMK lah masa depan Gereja. Begitulah OMK.

 
Sabtu, 13 Febuari 2016, cuaca di daerah Jayapura terlihat mendung tampak beberapa orang muda begitu sibuk mondar-mandir di lingkungan Rumah Imam Projo Condios Abepura, ternyata mereka adalah orang muda katolik gembala baik. Pagi itu adalah hari dimana OMK Gembala Baik akan melaksanakan kegiatan PELATIHAN MEMIMPIN IBADAT. Semua tampak gelisah menunggu kedatangan para peserta dari tiap-tiap kombas (Komunitas Basis) separoki gembala baik. Maklum ini adalah kegiatan perdana OMK ABE sejak empat bulan dipilih dan dilantik.

4
Sambil menunggu dalam kegelisahan dari kejauhan muncul harapan baru, tampak para peserta yang mulai berdatangan satu-persatu. Tanpa membuang waktu para peserta disambut dan diterima oleh Sigrit T. Baen (ketua tim kerja) dan menuju panitia guna keperluan registrasi.

 
Semangat pun kembali bersinar, tepat pukul 09.30 kegiatan pelatihan pun dimulai. Pada kesempatan itu yang selaku pemateri adalah Romo Wisnu Agung Widodo,Msc, Romo Wisnu adalah sosok yang pas dan sudah sangat dekat dengan Orang Muda. Materi yang dibawahkan pada pelatihan kali ini adalah “TEKNIK MEMIMPIN IBADAT & MEMBUAT RENUNGAN”. Materi ini dipilih karena keprihatianan terhadap anak muda dewasa ini yang masih bingung dengan tata penyusunan ibadat sabda bahkan ada yang belum mengetahui. Terbukti diawal pelatihan para peserta diberi tugas selama 10 menit untuk menyusun tata pelaksanan ibadat sabda, alhasil masih banyak yang bingung dengan tata penyusunan ibadat sabda.

 
Setelah mendengarkan penyampaian materi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, pada sesi ini peserta sangat antusias untuk bertanya, ada peserta yang bertanya dari; bagaimana sikap saat ibadat sabda? persiapan apa saja dalam memimpin ibdat sabda? Bahkan sampai pertanyaan yang ekstrim, mengapa kita hanya menyembah Allah Tritunggal bukan Bunda Maria? Semua pertanyaan yang dilontarkan merupakan pergumulan orang muda dewasa yang sangat memprihatinkan, semua terlena tanpa disadari kita telah di jajah oleh produk yang serba digital. Hal ini memberi kita pertanyaan besar, Bagaimana harus menjadi seorang KATOLIK?. Mari bersama-sama berefleksi dan mencari jawabannya..!!

 
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dari pelatihan ini diharapkan 60% persen OMK sudah bisa memimpin ibadat sabda dan OMK menjadi penggerak-penggerak dalam KBG yang hidup. Romo Wisnu juga berpesan bahwa kita OMK harus menjadi pilar Gereja menuju Gereja Mandiri yang Misioner. Mari OMK bergerak bersama dari bawah sebagai actor Evangelisasi..!!!!

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *