Orang Muda Doa Lintas Iman untuk Jakarta Damai

ruwatan jakarta damaiBertempat di tempat bersejarah, Gedung Joang 45 jalan Menteng Jakarta, sejumlah organisasi mengadakan Ruwatan Jakarta Damai, di hari terakhir masa kampanye, Sabtu, 11 Februari 2017. Ruwatan ini adalah doa dan tradisi agar pilkada serentak, khususnya di Jakarta, bisa berjalan damai dan demokratis.

Menurut ketua penyelenggara acara, Yulius Setiarto, “Harus diakui bahwa persaingan para calon kepala daerah ini pada akhirnya berdampak pada situasi sosial politik yang cenderung memanas dan berpotensi gesekan sosial. Karena itu kami mengadakan ruwatan ini sebagai simbol dan pesan pada semua pihak agar tetap ingat kita ini satu bangsa dalam kebhinnekaan.”

Sejumlah lembaga pendukung acara ini adalah  ANBTI (Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika), FMKI (Forum Masyarakat Katolik Indonesia), Alumni GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), Jaringan Gusdurian, , JAI (Jamaah Ahmadiyah Indonesia), LDNU (Lembaga Dakwah Nadlatul Ulama), Matakin (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia), Maarif Institute dan PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) yang tergabung dalam forum Optimisme Indonesia untuk Dunia. Kegiatan ruwatan ini dikemas dengan mengedepankan nilai-nilai budaya, religius, Pancasila dan kebinnekaan.

ruwatan2Hadir dalam kegiatan ini Komisioner KPUD Jakarta, Dahlia Umar yang memberikan pemaparan persiapan Pilkada DKI Jakarta. Lalu dilanjutkan dengan penjelasan dari Bawaslu Jakarta, Mimah Susanti mengenai bagaimana mekanisme pengaduan.

Acara puncak adalah doa bersama untuk suksesnya Pilkada, yang dipimpin bergantian oleh orang-orang muda dari berbagai lintas iman, antara lain perwakilan dari Islam, Kristen, Budha, Katolik, Hindu, Bahai dan Sunda Wiwitan. Setelah doa, seperti tradisi di beberapa daerah, pemotongan tumpeng sebagai simbol harapan akan Pilkada damai dan demokratis.

Pengurus Komisi Kepemudaan KWI, Anne Aprina yang hadir dalam acara ini menyambut baik acara ini. “Kegiatan ini positif untuk orang muda, pendidikan politik bagi orang muda tentang partisipasi pemilu dalam kerangka kebhinekaan lintas iman, “ujar Anne.

Dalam ruwatan yang dihadiri sekitar 100 orang ini, kemudian  dibacakan juga beberapa poin seruan kepada beberapa pihak agar :

  1.     Setiap warga negara berhak menentukan pilihannya pada pasangan calon manapun, tanpa paksaan atau intimidasi. Oleh karena itu kita wajib menghormati dan menghargai pilihan masing-masing.
  2.     Mari bersama seluruh masyarakat mengawal PILKADA serentak ini agar dapat berlangsung dengan aman, tertib, adil, jujur, terbuka dan damai demi kemanusiaan dan demokrasi
  3.     Berbagai masalah yang timbul akibat perbedaan pilihan dan lain sebagainya hendaknya diselesaikan secara hukum yang berlaku, tanpa menggunakan cara-cara kekerasan
  4.     Hendaklah setiap warga negara tetap memelihara keamanan, dengan tidak ikut memprovokasi, memperkeruh suasana jelang PILKADA, pada saat PILKADA berlangsung, maupun pasca PILKADA
  5.     Gunakan hak pilih kita sebaik-baiknya, karena pilihan menentukan perjalanan pemerintahan 5 tahun ke depan, jeli melihat para pasangan calon, dan hendaklah pilihan kita tidak dikendalikan oleh oknum yang menggunakan politik uang dan SARA.
  6.     Meski berbeda dalam pilihan politik, kita adalah satu, bangsa Indonesia. Meski berbeda dalam pilihan politik, tujuan kita tetap hanya satu yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan umum.
  7.     Selamat menjalankan tugas kepada semua penyelenggara PILKADA (KPU, Bawaslu, KPUD & Bawaslu Daerah) di seluruh wilayah di Indonesia yang terlibat dalam Pilkada Serentak.

Post Author: omknet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *